Inilah Alasan Pertamina Naikkan Harga Elpiji 12 Kg

Kompas.com - 13/08/2014, 20:40 WIB
Tabung gas isi 12 kg. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOTabung gas isi 12 kg.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Pertamina mengaku rugi sebesar Rp 2,81 triliun pada semester pertama tahun ini lantaran harga elpiji nonsubsidi yang dijual perseroan lebih rendah dari harga pasar.

“Dari tiga pemasok lainnya sebesar Rp 15.000 per kg, sedangkan harga dari Pertamina hanya Rp 6.500 per kg. Sehingga ada selisih sekitar Rp 7.000–Rp 8.000. Selama ini kerugian ditanggung oleh Pertamina,” kata Vice President Corporate Communication Ali Mundakir, Rabu (13/8/2014).

Ali menyatakan, setiap tahun Pertamina harus menanggung kerugian penjualan elpiji 12 kg sebesar Rp 5 triliun. Padahal, konsumen elpiji 12 kg adalah masyarakat kelas menengah. Karena itu, perseroan akan melakukan aksi korporasi, yakni dengan menaikkan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram pada pertengahan Agustus 2014.

Dia mengatakan, rencana kenaikan elpiji 12 kg sesuai dengan roadmap setiap enam bulan sekali, mulai dari awal tahun ini hingga 2016. “Kenaikan dilakukan hingga elpiji 12 kg mencapai keekonomian. Kenaikan harga elpiji di kisaran Rp 1.000-Rp 2.000 per kg,” kata Ali.

Sebagai informasi, harga elpiji 12 kg belum pernah naik sejak 2009. Pemerintah selalu melarang Pertamina untuk menaikkan harga elpiji 12 kg dengan alasan ekonomis. Meskipun hanya 15 persen dari total konsumen gas Pertamina yang mengonsumsi barang ini, tetapi rugi jualnya sangat membebani Pertamina.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X