Kompas.com - 23/08/2014, 23:03 WIB
EditorHindra Liauw
KOMPAS.com - Produk-produk asuransi terus berkembang. Dari asuransi dasar berupa proteksi terhadap jiwa saja, saat ini di pasaran banyak berkembang jenis asuransi lain. Salah satunya adalah asuransi penyakit kritis.

Asuransi penyakit kritis memberikan santunan kepada para pemegang polisnya sejumlah uang jika tertanggung mengalami penyakit kritis. Penyakit kritis yang dimaksud adalah penyakit yang tergolong berat, seperti jantung, tumor, kanker, dan ginjal. Asuransi penyakit kritis dibuat pertama kali oleh dr Marius Barnard di Afrika Selatan pada 6 Oktober 1983. Produk ini diterima di banyak negara.

Saat dijangkiti penyakit kritis biasanya kesembuhan tidak menentu. Biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Asuransi penyakit kritis memberikan santunan ketika tertanggung divonis menderita salah satu dari sederet penyakit kritis yang termasuk dalam polis.

Produk asuransi penyakit kritis juga banyak ditawarkan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Biasanya kita sebagai konsumen akan beranggapan sudah merasa aman jika memiliki polis asuransi penyakit kritis. Harapan kita sebagai konsumen, jika terkena salah satu penyakit kritis, kita sudah memiliki perlindungan sehingga tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya pengobatan. Benarkah semudah itu?
Cermati beberapa hal

Ada beberapa hal yang perlu dicermati ketika membeli asuransi penyakit kritis. Aturan dari satu perusahaan asuransi berbeda dengan perusahaan asuransi lainnya. Hal yang perlu kita cermati antara lain adalah kapan polis akan berakhir. Pengakhiran polis dapat dilakukan oleh pemegang polis atau perusahaan asuransi.

Misalnya saja, pemegang polis dapat meminta polis berakhir dengan pemberitahuan sebelumnya dan akan berlangsung pada tanggal jatuh tempo premi berikutnya. Perusahaan asuransi pun secara sepihak dapat tidak lagi memperpanjang polis sehingga polis menjadi tidak berlaku. Selain itu, ada pengakhiran polis secara otomatis, yaitu jika tertanggung meninggal dunia, berakhirnya program asuransi, atau pembayaran premi terhenti.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah apa syarat dan ketentuan pembayaran uang pertanggungan. Apakah ketika pertama kali divonis menderita salah satu penyakit kritis tersebut atau ada aturan-aturan lain. Banyak perusahaan asuransi yang menawarkan perlindungan penyakit kritis, tetapi tidak langsung memberikan santunan ketika penyakit itu datang.

Asuransi penyakit kritis dapat menawarkan perlindungan hingga puluhan penyakit kritis, tetapi biasanya yang diberikan uang santunan hanya satu penyakit saja. Jadi, jika seseorang terkena penyakit jantung juga gagal ginjal, perusahaan asuransi hanya memberikan santunan untuk penyakit jantung atau gagal ginjal saja.

Umumnya, pada polis asuransi penyakit kritis disebutkan bahwa perusahaan asuransi tidak membayarkan santunan jika menurut diagnosis dokter gejala awal penyakit kritis sudah terjadi sebelum tanggal mulai berlakunya polis.

Ada pula polis yang mengatur bahwa uang santunan diberikan jika tertanggung masih tetap hidup jika selama 30 hari setelah didiagnosis penyakit kritis untuk pertama kalinya oleh dokter. Jadi, menurut polis ini, jika tertanggung didiagnosis penyakit kritis dan meninggal satu pekan setelah diagnosis tersebut, perusahaan asuransi tidak akan memberikan uang santunan.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Whats New
[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

Whats New
Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Whats New
Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Spend Smart
APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

Whats New
Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang 'Sembunyikan' Hartanya di Luar Negeri

Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang "Sembunyikan" Hartanya di Luar Negeri

Whats New
Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Whats New
6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

Whats New
Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak 'Sembunyikan' Hartanya di Singapura

Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak "Sembunyikan" Hartanya di Singapura

Whats New
Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Whats New
Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Rilis
Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Whats New
Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Whats New
Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Whats New
Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.