Rachmawati Tak Heran Pemerintahan Jokowi Akan Naikkan Harga BBM

Kompas.com - 04/09/2014, 09:03 WIB
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengalami kehabisan kuota bahan bakar minyak bersubsidi, Selasa (26/8/2014). KOMPAS.com/ Abba GabrillinStasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengalami kehabisan kuota bahan bakar minyak bersubsidi, Selasa (26/8/2014).
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -
Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri mengaku tak heran akan dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintahan Jokowi-JK. (Ini Wawancara Buka-bukaan Jokowi soal Subsidi BBM)

Menurutnya, naiknya harga BBM berarti kerugian negara harus dibayar rakyat. "Saya nggak heran (Jokowi-JK naikkan harga BBM nanti). Saat ini timbul free market liberalism yang melahirkan elite-elite politik tidak memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme," kata Rachma di Universitas Bung Karno, Jakarta, Rabu (3/9/2014).

Rachma menuturkan, sosialisme Indonesia yang diinginkan Soekarno jauh dari pemerintahan akan datang. Ia ingat bagaimana pemerintahan Megawati Soekarnoputri menaikkan harga BBM dua kali.

"Nggak ada jaminan jargon-jargon kerakyatan itu akan digunakan untuk kehendak rakyat. Itu hanya sebagai pencitraan saja," tuturnya.

Kata Rachma, dirinya sudah mengingatkan ketika UUD 1945 diubah akan mengikuti free market liberalism maka secara substansial mengubah tatanan kehidupan berbangsa, bernegara baik dibidang budaya, hukum, sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan.

"Itu pakar-pakarnya mereka gimana. Mereka (Jokowi-JK) tidak bsa berbuat lain kecuali hrus mengikuti pasar," tandasnya. (M Zulfikar)

baca juga: Harga BBM Tidak Naik, Rupiah Anjok hingga Rp 13.000 Per Dollar AS?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X