Pelemahan Kurs Bakal Berimbas Penurunan Impor Bahan Baku

Kompas.com - 09/10/2014, 20:51 WIB
Buruh kupas bekerja mengupas Bawang Putih impor dari China di Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu. KOMPAS/PRIYOMBODOBuruh kupas bekerja mengupas Bawang Putih impor dari China di Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com – Defisit neraca perdagangan hingga akhir 2014 diyakini bakal membaik dibandingkan 2013. Namun, pasokan bahan baku dan penolong juga diperkirakan susut karena pelemahan kurs.

“Kalau saya rasakan jauh di bawah (impor pada 2013) itu. Dengan demikian, defisit transaksi berjalannya, mestinya lebih baik,” kata Menteri Perdagangan M Lutfi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Menurut Lutfi, pelemahan rupiah baru akan mempengaruhi aktivitas impor pada kuartal terakhir pada 2014. Pada saat itu, ujar dia, penurunan tajam impor akan terjadi untuk bahan baku dan penolong.

Penurunan impor bahan baku

Lutfi menyebutkan, bahan baku dan penolong masih mendominasi impor Indonesia pada saat ini. "Sekitar 77,6 persen (porsi impor)," sebut dia.

Bahan baku dan penolong teresbut merupakan material yang dibutuhkan untuk memproduksi barang-barang dengan potensi ekspor.

“Akan sulit industri mengimpor banyak-banyak karena terjadi ongkos produksi lebih tinggi (karena pelemahan kurs),” aku Lutfi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sepanjang Januari hingga Desember 2014, secara kumulatif defisit neraca perdagangan Indonesia mencapai 4,063 miliar dollar AS.




25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X