Ini PR Presiden Jokowi di Sektor Migas

Kompas.com - 20/10/2014, 10:51 WIB
Wakil Presiden Boediono, wakil presiden terpilih Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan presiden terpilih Joko Widodo (kiri-kanan) melambaikan tangan ke arah wartawan jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Ruang Paripurna I Gedung Nusantara Kompleks Parlemen, Senin (20/10/2014). KOMPAS.com/SABRINA ASRILWakil Presiden Boediono, wakil presiden terpilih Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan presiden terpilih Joko Widodo (kiri-kanan) melambaikan tangan ke arah wartawan jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Ruang Paripurna I Gedung Nusantara Kompleks Parlemen, Senin (20/10/2014).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, Presiden Joko "Jokowi" Widodo memiliki pekerjaan rumah di sektor energi. Salah satu yang penting dilakukan adalah melaksanakan catur darma energi.

"Kalau bidang migas, melaksanakan catur darma energi yaitu nomer satu berdayakan dan geber eksplorasi migas," ujar Susilo di kantornya, Jakarta, Senin (20/10/2014).

Dia menjelaskan, catur darma energi sudah tertera dalam Keputusan Menteri. Oleh karena itu kata dia, Jokowi hanya tinggal menjalankannya saja.

Setelah menggeber eksplorasi migas, Jokowi diminta untuk mampu mengurangi ketergantungan Indonesia akan BBM impor. Langkah itu diambil dengan cara mengurangi impor BBM.

Ketiga, catur darma energi mengharuskan pemerintahan mengembangkan energi baru terbarukan. Tujuannya kata Susilo, adalah untuk membantu penyediaan listrik memakai sumber-sumber energi dalam negeri.

Terakhir, PR Jokowi adalah melakukan penghematan energi dengan melakukan konversi energi. "Di bidang kelistrikan jelas tantangan paling berat adalah menyediakan dan membangun pembangkit baru kira 6.000 sampai 10.000 megawatt per tahun sampai tahun 2025," kata Wamen ESDM.

baca juga: Berantas Mafia Migas, Kementerian ESDM Tak Bisa Dipimpin oleh Profesional "Lugu"

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X