CEO Kompas Gramedia: Ada 2 PR yang Harus Diselesaikan Presiden Jokowi

Kompas.com - 07/11/2014, 09:22 WIB
CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo (kiri), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (tengah) dan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil saat hadir dalam acara Kompas 100 CEO Forum di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (7/11/2014). Acara bertajuk 'Visi Presiden Membangun Indonesia Hebat: Kebijakan Ekonomi Nasional 2014-2019' ini dihadiri 100 pemimpin perusahaan atau CEO terkemuka di Bursa Efek Indonesia. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOCEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo (kiri), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (tengah) dan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil saat hadir dalam acara Kompas 100 CEO Forum di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (7/11/2014). Acara bertajuk 'Visi Presiden Membangun Indonesia Hebat: Kebijakan Ekonomi Nasional 2014-2019' ini dihadiri 100 pemimpin perusahaan atau CEO terkemuka di Bursa Efek Indonesia. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Chief Executive Officer (CEO) Kompas Agung Adiprasetyo berharap pemerintahan Joko "Jokowi" Widodo-Jusuf Kalla mempunyai dua pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Saat ini, menurut dia, masyarakat sudah terlalu banyak untuk menunggu.

Demikian disampaikan Agung dalam Kompas 100 CEO Forum, di Jakarta, Jumat (7/11/2014), yang dihadiri Presiden Jokowi.

Ia menyebutkan, sebelumnya, masyarakat harus menunggu hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setelah keluarnya hasil hitung cepat pemenang Pemilihan umum Presiden 2014.

"Setelah keputusan KPU keluar, masyarakat diminta menunggu keputusan MA. Ketika keputusan MA keluar, masyarakat diminta menunggu pelantikan. Setelah pelantikan, masyarakat diminta menunggu susunan kabinet. Setelah pelantikan kabinet, masyarakat diminta menunggu kenaikan harga BBM," kata dia dalam sambutannya.

Ia mengatakan, lamanya masyarakat menunggu membuat banyak ketidakpastian. Hal ini menjadi masalah terbesar pemerintahan baru.

Di sisi lain, bersamaan dengan itu, masyarakat justru disuguhi tontonan politik yang tidak ada urusannya dengan kepentingan masyarakat banyak. Hanya kepentingan perebutan kekuasaan.

Atas dasar itu, Agung mengatakan, setidaknya ada dua pekerjaan rumah Jokowi-JK. Pertama, menyelesaikan urusan politik yang merasuk kuat ke sendi kehidupan masyarakat, ekonomi, olahraga, dan politik.

"Komunikasi politik antara pemerintah dan parlemen diharapkan lebih mulus, sehingga akan membawa kepastian besar ke masyarakat dan dunia usaha," imbuh Agung.

Kedua, lanjut dia, pemerintah perlu menyelaraskan gerak pusat dan daerah, serta antar departemen.  Agung menilai, ada potensi berkurangnya kepekaan akibat melakukan pekerjaan yang rutin.

"Bapak Presiden, ada ungkapan 'Sapu baru menyapu lebih bersih'. Dan kata 'menunggu' identik dengan kata 'sabar'. Mudah-mudahan, pemerintahan baru ini tidak membuat masyarakat menunggu lebih sabar, untuk melihat pemerintah menyapu bersih," kata Agung.
baca juga: Jumat, Jokowi Bakal Bicara di Hadapan Para CEO



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X