Menteri Jonan: Tolak Peneliti Asing yang Cuma Modal "Kampus"

Kompas.com - 09/03/2015, 12:05 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonanseusai mengikuti rapat koordinasi dua kementerian di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/10/2014). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESMenteri Perhubungan Ignasius Jonanseusai mengikuti rapat koordinasi dua kementerian di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/10/2014).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menginstruksikan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan review terhadap curriculum vitae (CV) para peneliti asing.

Jonan mengatakan, apabila para peneliti itu tak memiliki pengalaman riil di lapangan, Balitbang Kemenhub diminta menolaknya.

"Saya minta kalau ada bantuan dari luar negeri, harus di-review. Saya mau profesi expert harus pernah di sektor riil atau pernah melaksanakan di sektor riil. Kalau cuma peneliti, tidak usah (diterima)," ujar Jonan di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (9/3/2015).

Menurut Jonan, seorang peneliti tak bisa hanya bergantung pada teori. Baginya, pengalaman nyata di lapangan merupakan hal yang penting. Pasalnya, apabila para expert tak memiliki pengalaman di lapangan, hasil penelitiannya akan dinilai tak bermanfaat bagi masyarakat.

Dia mencontohkan saat bertugas di PT KAI, penumpang yang naik di atas kereta berhasil dia hilangkan. Satu hal kata Jonan yang menjadi resep suksesnya KAI itu, yaitu tak berteori melainkan langsung praktik.

"Pada zaman Pak Harto, gak bisa (dihilangkan penumpang naik di atas kereta). Zaman Pak Harto itu mungkn bisa tangkap orang dengan serius, tapi gak bisa loh. Kenapa KAI bisa? Gak usah diteliti. Kalau diteliti, apa debat, diskusi, uji publik, lima tahun habis waktu saya. Saya bilang kerjakan saja, selesai." Kata dia.

Sementara itu, Kepala Balitbang Kemenhub Elly Eliana Sinaga mengatakan bahwa saat ini kerjasama tukar menukar peneliti dengan berbagai negara terus dilakukan Kemenhub. Salah satunya dengan berbagai universitas terkemuka di Korea Selatan.

Menindaklanjuti permintaan Jonan untuk melakukan review peneliti asing, Elly mengatakan akan segera menjalankannya. Menurutnya, apa yang diungkapkan Jonan merupakan isyarat menolak peneliti asing yang hanya bermodal "ilmu kampus" tanpa memiliki pengalaman lapangan yang jelas.

"Kalau expert-nya itu kampusan, gak pernah bekerja kongkrit, ya buat apa juga kita pakai kan," ucap Elly.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Janji Akan Copot Komisaris BUMN yang Jarang Hadir Rapat

Erick Thohir Janji Akan Copot Komisaris BUMN yang Jarang Hadir Rapat

Whats New
Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Whats New
Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Whats New
5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

Smartpreneur
Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Rilis
[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

Whats New
Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Whats New
Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Whats New
Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Whats New
Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Whats New
Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Whats New
Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Whats New
Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Whats New
Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Work Smart
Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X