Menhub Jonan Soroti Perbedaan Gaji dalam Masalah "Dwelling Time"

Kompas.com - 18/06/2015, 21:20 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com -- Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengibaratkan permasalahan waktu tunggu kontainer  atau dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok layaknya kereta kuda. Namun, kata dia, dalam kasus Pelabuhan Tanjung Priok, ada 18 kuda yang menariknya "Soal dwelling time ini kan kayak 18 kuda narik 1 kereta. Nah, kalau supaya cepet ya kudanya harus dikasih makan yang sama dong," ujar Jonan di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta, Kamis (18/6/2015).

Dia menjelaskan, perumpamaan 18 kuda itu mencerminkan 18 kementerian dan lembaga yang memiliki kewenangan di Pelabuhan Tanjung Priok. Sayangnya kata dia, hingga saat ini belum ada pengaturan yang jelas terhadap 18 kementerian dan lembaga itu. Akhirnya, koordinasi pun tak bisa maksimal.

Salah satu yang disorot Jonan yaitu terkait perbedaan gaji pegawai dari 18 kementerian dan lembaga itu. Hal itu kata dia menjadi salah satu penyebab kinerja suatu kementerian atau lembaga yang memiliki kewenangan di Pelabuhan Tanjung Priok tak maksimal.

Oleh karena itu Jonan mengusulkan agar gaji pegawai 18 kementerian dan lembaga yang bekerja di Pelabuhan Tanjung Priok disamakan. "Kalau (kinerja) satu (kementerian/lembaga) pelan, yang lain menyesuaikan pasti, nah kalau makan (gaji) sama, suruh lari cepat. Lalu dikoordinir satu yaitu OP (operator pelabuhan) sebagai kusirnya," kata dia.

Untuk menindaklanjuti masih lamanya dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok, Jonan pun sudah mengusulkan kepada Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo untuk meminta Presiden Jokowi mengeluarkan keputusan presiden (keppres) soal dwelling time. Salah satu poin yang diusulkan Jonan yaitu memberikan kewenangan kepada operator pelabuhan untuk menjadi kordinator dari 18 kementerian dan lembaga tersebut. Jonan menginginkan adanya sistem satu atap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Whats New
Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Earn Smart
Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Whats New
Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Whats New
Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam 'Leader's Declaration' G20

Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam "Leader's Declaration" G20

Whats New
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Rilis
Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Whats New
Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Smartpreneur
Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Spend Smart
Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Whats New
APBN Juli 2022 Tercatat Surplus Rp 106,1 Triliun

APBN Juli 2022 Tercatat Surplus Rp 106,1 Triliun

Whats New
Mendag Zulhas Optimistis Harga TBS Sawit Naik Akhir Agustus 2022

Mendag Zulhas Optimistis Harga TBS Sawit Naik Akhir Agustus 2022

Whats New
Mau Ajukan Kredit? Pahami Dulu Kondisi Keuangan Anda

Mau Ajukan Kredit? Pahami Dulu Kondisi Keuangan Anda

Whats New
Ini yang Dilakukan Tokopedia untuk Dorong UMKM lewat Pemanfaatan Teknologi

Ini yang Dilakukan Tokopedia untuk Dorong UMKM lewat Pemanfaatan Teknologi

Whats New
Cerita Komang Kirtania, Lestarikan Wayang Kamasan hingga Raup Omzet Rp 20 Juta

Cerita Komang Kirtania, Lestarikan Wayang Kamasan hingga Raup Omzet Rp 20 Juta

Smartpreneur
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.