Keluarga TKI Korban Musibah Mina Terima Santunan Asuransi Rp 80 Juta

Kompas.com - 06/10/2015, 20:09 WIB
Kepala BNP2TKI Nusron Wahid usai jumpa pers dan menyaksikan penyerahan santunan kepada satu dari tiga ahli waris TKI korban tragedi Mina, Jakarta, Selasa (6/10/2015). Dok BNP2TKIKepala BNP2TKI Nusron Wahid usai jumpa pers dan menyaksikan penyerahan santunan kepada satu dari tiga ahli waris TKI korban tragedi Mina, Jakarta, Selasa (6/10/2015).
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memfasilitasi pemberian santunan asuransi oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) kepada tiga keluarga TKI korban tragedi Mina.

Klaim santunan asuransi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Operasi Ritel PT Jasindo, Sahata L Tobing, disaksikan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dan perwakilan OJK. Masing-masing ahli waris menerima Rp 75 juta sebagai jaminan kematian dan Rp 5 juta untuk biaya pemakaman.

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan, tiga TKI yang menjadi korban tragedi Mina bekerja di Saudi bin Ladin Group sebagai tenaga konstruksi. Saat kejadian ketiganya sedang menjalani ibadah haji yang dibiayai perusahaan konstruksi tersebut.

"Pada 26 September tim KJRI Jeddah memperoleh informasi ada tiga TKI yang bekerja untuk pelebaran Masjidil Haram yang dikerjakan Bin Ladin dan menjadi korban saat jumrah di Mina," kata Nusron pada jumpa pers dan penyerahan santunan kepada ahli waris ketiga TKI di kantor BNP2TKI, Jakarta, Selasa (6/10/2015).

Ketiga TKI itu adalah Akhmad Jamhuri bin Hisyam asal Purworejo. Dia diberangkatkan oleh PT Tifar Admanco dan dikontrak sejak 22 November 2013. Kedua, Asdinur bin Sanurih asal Kembangan dari perusahaan yang sama namun dikontrak sejak 11 Desember 2014. Korban ketiga adalah Wartoyo Usman Kalib berdomisili di Makassar, Jakarta Timur yang diberangkatkan PT Amil Fajar Internasional dan dikontrak sejak 29 Desember 2014.

Nusron menjelaskan, sejak mendapatkan informasi dan kepastian mengenai identitas TKI yang menjadi tragedi tersebut, BNP2TKI langsung berkoordinasi dengan keluarga dan PPTKIS yang memberangkatkannya untuk penanganan lebih lanjut termasuk hak-haknya saat bekerja dan hak asuransinya.

"Ini sudah menjadi kewajiban BNP2TKI, bahwa setiap ada hal yang menyangkut nasib TKI untuk memberikan perlindungan dan memastikan hak-haknya terpenuhi. Untuk itu, kami juga menekankan pentingnya menjadi TKI melalui jalur yang sesuai prosedur agar selain terdata juga akan diperjuangkan hak-haknya untuk dipenuhi," ujarnya.

Selain pemenuhan hak gaji dan asuransi, BNP2TKI juga siap membantu pemulangan jenazah dengan berkordinasi dengan Kementerian Luar Negeri jika jenazahnya akan dipulangkan ke Indonesia. Nusron mengatakan, jika jamaah haji non-TKI yang menjadi korban belum dapat santunan apapun, maka TKI sudah disantuni karena ada Permenaker No 1/2012.

Dia menambahkan, masih ada satu TKI yang cedera atas nama Asmat Busyro bin Karim asal Sumenep. TKI yang diberangkatkan PT Tifar Admanco itu sedang menjalani perawatan di RS Militer Awaly Mekkah.

Kerumitan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X