Tak Hanya Perusahaan asal Indonesia, Adidas Pun Tertekan Kenaikan Nilai Tukar Dollar AS

Kompas.com - 24/12/2015, 17:12 WIB
Logo Adidas f5torefreshLogo Adidas
EditorBambang Priyo Jatmiko

FRANKFURT, KOMPAS.com - Perusahaan pakaian dan perangkat olah raga, Adidas, memperkirakan tahun depan bakal mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk memenuhi bahan baku produksi seiring dengan menguatnya dollar AS.

"Karena nilai tukar (euro) yang negatif, biaya pembelian untuk bahan baku kemungkinan akan naik sekitar 500 juta euro (548 juta dollar AS) tahun depan," ujar Chief Financial Officer Adidas  Robin Stalker sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (24/12/2015).

Menguatnya dollar AS membebani banyak perusahaan termasuk Adidas, yang memproduksi berbagai barang di negara-negara Asia serta membayarnya dalam dollar AS.

Sebagaimana diketahui, dollar AS kembali menguat terhadap euro serta mata uang negara lainnya sebagai dampak dari perbedaan kebijakan moneter Federal Reserve dan European Central Bank.

Stalker menjelaskan kondisi ini bukanlah yang pertama yang dihadapi Adidas akibat melemahnya nilai tukar.

"Kami telah melakukan langkah cepat untuk itu, salah satunya adalah mengurangi ragam produk serta menaikkan harga," lanjut dia.

"Karena itu, kami tetap percaya bahwa perusahaan akan mampu untuk mengantisipasi kondisi ini terkait dengan keuntungan yang diperoleh," kata Stalker.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X