Pada 2015, Ekonomi China Terburuk dalam 25 Tahun

Kompas.com - 19/01/2016, 14:16 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi
|
EditorJosephus Primus
 

BEIJING, KOMPAS.com - China mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,9 persen pada tahun 2015. Capaian produk domestik bruto ekonomi terbesar kedua dunia ini merupakan yang terburuk dalam 25 tahun terakhir.

Meski meleset, pertumbuhan ekonomi tersebut terbilang cukup mendekati target pemerintah sebesar 7 persen. Biro Statistik Nasional China melaporkan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2015 mencapai 6,8 persen.

Pada pembukaan perdagangan Selasa (19/1/2016), indeks saham Shanghai Composite terpantau landai. Akan tetapi, pergerakan saham meningkat 1,6 persen pada pembukaan perdagangan sesi kedua. "Kemampuan China untuk melanjutkan pertumbuhan yang secepat itu dan relatif stabil, meski menjadi sumber volatilitas pada ekuitas global dan pasar komoditas, tak diragukan lagi akan mengundang skeptisisme lebih lanjut," kata Julian Evans-Pritchard dari Capital Economics.

Angka resmi pertumbuhan ekonomi China diprediksi akan tetap melambat dalam beberapa tahun ke depan. Menurut Presiden Xi Jinping, capaian ini merupakan kondisi normal yang baru.

Ketidakpastian terhadap kondisi ekonomi China telah memengaruhi pasar internasional dalam beberapa waktu belakangan. Pasalnya, China tidak membeli banyak komoditas seperti dahulu dan ada pula gangguan dari harga minyak. Nilai tukar mata uang yuan pun melemah terhadap dollar AS.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X