Pengamat: Waktu Panen Raya Tidak Tepat, Harga Gabah Kering Giling Bisa Anjlok

Kompas.com - 28/02/2016, 21:39 WIB
Wali Kota Salatiga Yuliyanto, saat panen raya padi Kelompok tani Gotong Royong dan penutupan SLPHT (Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu) di desa Cabean, kecamatan Mangunsari, Selasa (6/10/2015). Dok Humas Pemkot SalatigaWali Kota Salatiga Yuliyanto, saat panen raya padi Kelompok tani Gotong Royong dan penutupan SLPHT (Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu) di desa Cabean, kecamatan Mangunsari, Selasa (6/10/2015).
|
EditorAprillia Ika
CILACAP, KOMPAS.com - Pengamat menghimbau pemerintah untuk hati-hati ketika mengumumkan waktu panen raya. Pasalnya, jika tidak tepat, pengumuman tersebut malah akan membuat harga Gabah Kering Giling (GKG) di level petani anjlok.

"Panen raya atau musim puncak panen belum terjadi. Yang terjadi saat ini baru panen sporadis (terjadi di banyak daerah dengan skala kecil)," kata Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa kepada Kompas.com, Minggu (28/02/2016).

Dia menegaskan, pemerintah harus hati-hati mengumumkan waktu yang tepat untuk panen raya.  Jika tidak tepat, hanya akan membuat harga gabah anjlok di level petani.

"Panen raya atau puncak musim panen baru sekitar Maret-April karena tanam yang relatif besar bulan Desember," papar Andreas.

Dia menjelaskan, pengumuman panen raya oleh pemerintah bisa menjadi kesempatan bagi para tengkulak untuk "bermain". 

Pengumuman bahwa sudah terjadi panen raya akan menciptakan kesan di masyarakat bahwa sedang terjadi kelebihan produksi. Hal ini berpotensi menekan harga gabah di level petani.

"Apalagi diumumkan ada panen serentak seolah-olah terjadi kelebihan produksi atau produksi tinggi," ujar dia.

Menurut dia, harga gabah saat ini sudah turun di beberapa tempat. "Yang ada nanti harga akan lebih drop lagi karena tengkulak mulai bermain," pungkas Andreas

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) akan menggelar "Panen Raya Serentak di Tujuh Provinsi" pada Senin (29/2/2016) besok.  

Tujuh provinsi yang akan melakukan panen serentak tersebut antara lain provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Barat dengan total lahan sebesar 2.927 hektare (ha).

(Baca: Senin Besok, Kementan Gelar Panen Raya di 7 Provinsi)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X