Cerita Kepala SKK Migas soal Ribut Rizal Ramli Vs Sudirman Said Terkait Blok Masela

Kompas.com - 02/03/2016, 17:06 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

Kapasitas FLNG pun meningkat menjadi 7,4 juta ton per tahun selama 24 tahun. Produksi gas juga mengalami peningkatan menjadi 1.200 mmscfd dan kondensat 24.460 bph.

Amien mengakui, saat itu SKK Migas ragu mengambil keputusan. Namun, setelah dikaji, proposal itu pun disetujui. Namun, kata dia, sesuatu tiba-tiba saja terjadi.

"Kemudian, saya rekomendasikan ke Menteri ESDM. Sebelum menteri mengeluarkan persetujuan, tiba-tiba ada ribut-ribut," kata Amien.

Ya, yang dimaksud Amien dengan ribut-ribut ialah pernyataan keras Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli tentang rencana pengembangan Blok Masela dengan cara onshore itu.

Akhirnya, lanjut dia, Menteri ESDM meminta SKK Migas dan Ditjen Migas mencari konsultan independen internasional untuk mengkaji proposal Inpex itu.

Berselang sebulan, Desember 2015 lalu, SKK menyerahkan rekomendasi pengembangan Blok Masela kepada Sudirman Said. Ternyata, rekomendasi SKK Migas tetap sama, yakni menyetujui pengembangan Blok Masela dengan offshore.

Semenjak rekomendasi itulah, perbedaan pandangan Sudirman Said dengan Rizal Ramli terus berkecamuk.

Di media, Rizal menyebut Sudirman sebagai menteri "keblinger". 

Sementara itu, Sudirman yang awalnya tak terlalu memedulikan kritikan koleganya itu mulai reaktif.

Presiden Jokowi pun turun tangan dan menginstruksikan keduanya untuk tidak mengumbar perbedaan pandangan di luar sidang kabinet. Namun, ternyata hal itu tak ampuh.

Akhir pekan lalu, dalam acara diskusi, Sudirman kembali menyinggung persoalan Masela.

Bahkan, dia mengatakan, ada orang yang dia sebut sebagai "Pendekar Tua" yang menyebarkan informasi palsu tentang Blok Masela ke media. (Baca: Menteri ESDM Sindir "Pendekar Tua" yang Salah Turun Gelanggang)

Awal pekan ini, Sudirman sekali lagi menyindir orang yang dia anggap menghambat keputusan pengembangan Blok Masela.

Meski tidak menyebut nama, dia menyebut orang itu adalah koleganya di pemerintahan. (Baca: Merasa Dihambat oleh Kolega di Pemerintahan, Sudirman Said Sebut Lebih Enak Lawan Mafia)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.