Kompas.com - 07/03/2016, 06:16 WIB
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

Banyak investor berharap China akan memberlakukan target agresif untuk pengeluaran fiskal untuk mendorong pertumbuhan.

Tapi mereka harus kecewa, sebab yang ada adalah kebijakan defisit sebesar 3 persen dari PDB, atau naik dari target tahun sebelumnya sebesar 2,3 persen.

Xu sendiri menekankan bahwa China akan bekerja untuk menaikkan efisiensi dari investasi pemerintah. Dia menyarankan pengeluaran yang lebih terarah.

Cara itu akan jadi kontras dengan injeksi stimulus terakhir setelah krisis finansial global, ketika pemerintah China membangun "kota-kota hantu", jalan tol tanpa tujuan serta bandara untuk mendorong pertumbuhan.

China memiliki cadangan dana sebesar 3 triliun dollar AS dalam mata uang asing yang bisa digunakan.

Namun, penurunan tajam devisa negara selama 18 bulan terakhir terjadi seiring rontoknya beberapa investor saat pemerintah China mencari dukungan untuk yuan.

Gubernur bank sentral China Yi gang pada hari Minggu mengatakan bahwa Beijing akan tetap menjaga yuan stabil dan tidak ada dasar untuk meneruskan depresiasi.

Tata Ekonomi "Normal Baru"

Pernyataan akan kemampuan pemerintah China untuk menjaga perekonomian menjadi bahan pokok pembicaraan pada pertemuan G20 di Shanghai, bulan lalu.

Perdana Menteri Li mengatakan China percaya diri bisa mengatasi kompleksitas di dalam negeri dan di luar negeri, seiring tekanan mereka akan reformasi.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Reuters
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.