Molor Dua Bulan, Pengerjaan Proyek KA Cepat Dikebut

Kompas.com - 17/03/2016, 11:30 WIB
Dubes China untuk Indonesia, Xie Feng (kiri) bersama Menteri BUMN, Rini Soemarno (dua kiri) melihat miniatur atau contoh kereta cepat milik China saat pembukaan pameran Kereta Cepat dari Tiongkok (China) di Senayan City (Sency), Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015). Pemerintah Indonesia merencanakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan Pemerintah Tiongkok merupakan salah satu pihak yang menawarkan kerja sama dalam pembangunan kereta cepat tersebut. TRIBUNNEWS/JEPRIMA JEPRIMADubes China untuk Indonesia, Xie Feng (kiri) bersama Menteri BUMN, Rini Soemarno (dua kiri) melihat miniatur atau contoh kereta cepat milik China saat pembukaan pameran Kereta Cepat dari Tiongkok (China) di Senayan City (Sency), Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015). Pemerintah Indonesia merencanakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan Pemerintah Tiongkok merupakan salah satu pihak yang menawarkan kerja sama dalam pembangunan kereta cepat tersebut. TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika
JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah dua bulan, pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mangkrak. Penyebabnya tak lain lantaran izin pembangunan belum juga dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Direktur PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan janji proyek senilai 5,135 milliar dollar itu bisa beroperasi pada 31 Mei 2019.

Tanggal tersebut merupakan tanggal berlakunya masa konsesi KA cepat. "Kami berkomitmen 31 Mei 2019 sudah harus operasi," ujar Hanggoro usai penandatangan konsesi di Kantor Kemenhub, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

KCIC menyadari dua bulan waktu pengerjaan proyek sudah terbuang lantaran izin pembangunan belum ada.

Namun setelah Kemenhub menyatakan akan mengeluarkan izin pembangunan pekan ini, KCIC akan segera mempercepat pengerjaan proyek.

Menurut Hanggoro, pihaknya akan menambah personil pekerja dan peralatan. Ditargetkan, awal 2019 proyek sepanjang 142 Km itu rampung.

"Kalau terlambat dua bulan dari groundbreaking sampai hari ini, kita harus bekerja ekstra keras menambah personil peralatan sehingga bisa kejar sehingga awal 2019 selesai," kata Hanggoro.

Memperlambat

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko mengatakan, pihaknya akan berupaya mengeluarkan izin pembangunan dalam waktu dekat.

Namun izin itu baru untuk 5 Km saja. "Izin pembangunan juga mungkin paling lambat jumat (18/3/2016) bisa. Yang lima Km dulu," ujar Hermanto di Kantor Kemenhub, Jakarta.

Seperti diketahui, trase kereta cepat Jakarta-Bandung dari Halim Perdanakusuma - Tegalluar sepanjang 142 Km. Namun izin pembangunan yang diserahkan PT KCIC hanya 5 Km.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X