Daya Dukung Jaringan Telekomunikasi untuk Laku Pandai Masih Lemah

Kompas.com - 22/03/2016, 18:18 WIB
Mimin Ratmini, salah satu agen laku pandai Bank BTPN di Plumbon, Cirebon, Sabtu (13/2/2016). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANMimin Ratmini, salah satu agen laku pandai Bank BTPN di Plumbon, Cirebon, Sabtu (13/2/2016).
|
EditorM Fajar Marta
JAKARTA, KOMPAS.com - Program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat membutuhkan dukungan jaringan telekomunikasi yang andal.

Sayangnya, diakui Kepala Departemen Pengawasan Bank 3 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat, daya dukung jaringan telekomunikasi masih lemah untuk pengembangan progam Laku Pandai, utamanya di daerah-daerah terpencil (remote area).

"Ada beberapa concern dari kita, yang terkait dengan teknologi informasi dan komunikasi, yaitu perlu pembangunan infrastruktur jaringan komunikasi termasuk penguatan sinyal, dan teknologi informasi di remote area," kata dia di Jakarta, Selasa (22/3/2016).

Teguh mengatakan, sebenarnya pemerintah dan instansi terkait telah menjalin kerjasama dalam gugus tugas untuk mengembangkan TIK guna mendukung program Laku Pandai.

Kemenkominfo, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), dan telco provider bekerjasama untuk membangun infrastruktur jaringan telekomunikasi pendukung Laku Pandai antara lain Base Transceiver Station (BTS) serta jaringan serat optik.

Akan tetapi realisasi pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi pendukung Laku Pandai belum optimal.

Vice President Micro Banking Bank Mandiri (BMRI) Sumedi, mengatakan, BMRI sebagai salah satu bank yang mengimplementasikan Laku Pandai merasakan lemahnya jaringan TIK di beberapa titik.

"Telekomunikasi masih ada blind spot. Ada sinyal, tapi enggak kuat. Bahkan tidak ada sama sekali," kata Sumedi.

Lemahnya daya dukung jaringan TIK untuk program ini dikhawatirkan menyebabkan masyarakat menjadi enggan dan tidak bergairah untuk menyukseskan Laku Pandai.

Hal tersebut, terkait dengan tarif SMS yang digunakan baik oleh nasabah ataupun agen, utamanya di daerah-daerah terpencil.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Whats New
PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

Rilis
Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X