Berkat Tol Laut, Pemerintah Klaim Harga Barang di Papua Turun

Kompas.com - 29/03/2016, 21:15 WIB
Menteri Perdagangan Thomas Lembong di Kantor Presiden, Selasa (29/3/2016). Fabian Januarius Kuwado/KOMPAS.comMenteri Perdagangan Thomas Lembong di Kantor Presiden, Selasa (29/3/2016).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah mengklaim bahwa harga sejumlah barang di Papua turun setelah berjalannya program Tol Laut.

"Betul, sudah mulai kelihatan disparitas harga di Papua," ujar Menteri Perdagangan Thomas Lembong di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Di Fakfak dan Kaimana, Papua, misalnya, harga besi baja turun 6 persen, harga kacang kedelai turun 14 persen, harga minyak goreng turun 21 persen, dan harga daging ayam turun 35 persen.

"Jadi, penghematan ongkos angkut berkat Tol Laut sudah mulai kelihatan di harga barang-barang dan pangan utama di wilayah Papua," ujar Lembong.

Ke depan, Kementerian Perdagangan akan terus mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan Tol Laut, terutama untuk mendistribusikan produk ke seluruh Indonesia sampai ke pelosok.

Lembong berharap, Kementerian Perhubungan terus membenahi sistem pengangkutan barang pada Tol Laut itu demi kepastian bagi pelaku usaha.

"Sebetulnya, yang dibutuhkan pedagang dan pengusaha itu kepastian. Kepastian jadwal pelayaran," ujar Lembong.

Bahkan, kepastian sistem itu jauh lebih penting ketimbang ongkos angkut. Asalkan biaya tinggi, pelaku usaha akan tetap menggunakannya jika ada kepastian di dalamnya.

Data Kementerian Perhubungan menunjukkan, ada 100 kapal yang melayani 96 rute. Dari jumlah rute itu, 65 persen di antaranya adalah rute Indonesia bagian timur.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X