Percepat Penyerapan Anggaran, Menperin Usulkan Perubahan Nomenklatur dan Revisi DIPA

Kompas.com - 19/04/2016, 22:00 WIB
Menteri Perindustrian Saleh Husin. Febri Ardani/KompasOtomotifMenteri Perindustrian Saleh Husin.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi anggaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) hingga 15 April 2016 masih rendah, hanya sebesar 10,54 persen atau Rp 344,59 miliar.

Padahal pagu anggaran yang disiapkan dalam Anggaran Pedapatan BElanja Negara (APBN) 2016 sebesar Rp 3,27 triliun.

Sementara di kuartal I 2016 (Januari-Maret), penyerapan anggaran mencapai 7,89 persen atau Rp 258,046 miliar dari pagu anggaran.

Menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Selasa (19/04/2016), rendahnya penyerapan anggaran disebabkan beberapa hal.

Penyebab utama, yakni akibat perubahan struktur organisasi dan transformasi nomenklatur serta pejabat. Saleh menjelaskan, penyerapan tertinggi ada pada Ditjen Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) sebesar 15,51 persen dari pagu Rp 586 miliar.

Sementara minimnya realisasi penyerapan anggaran di kuartal I 2016 disebabkan adanya beberapa kegiatan yang masih menunggu nota kesepahaman perjanjian kerja antara Kemenperin dan pihak terkait.

Untuk mempercepat penyerapan anggaran tahun ini, Kemenperin menyampaikan usulan perubahan nomenklatur kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Negara (PPN)/Bappenas dan Kementerian Keuangan.

Pihaknya juga akan mempercepat proses revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan melakukan koordinasi dalam rangka mempercepat Nota Kesepahaman Kemenperin bersama pihak terkait.

"Kami juga sudah ada pengisian jabatan pada organisasi baru yang akan bertanggung jawab kepada pelaksanaan kegiatan anggaran secara keseluruhan," ungkap Saleh.

Kompas TV Industri Mulai Banyak Mengonsumsi Listrik



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X