Bunga Kredit 'Single Digit' Jadi Prasyarat Kemudahan Berbisnis

Kompas.com - 26/05/2016, 17:29 WIB
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram dan Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Yuana Setiowati Barnas memberikan piagam penghargaan kepada Ketua Asosiasi Peternak Puyuh Indonesia (APPI) Selamet wuryadi, disela acara Penguatan Jaringan Usaha Sentra Peternak Puyuh Melalui KUR dan IUMK di Jakarta, Kamis (14/4/2016) PRMSekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram dan Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Yuana Setiowati Barnas memberikan piagam penghargaan kepada Ketua Asosiasi Peternak Puyuh Indonesia (APPI) Selamet wuryadi, disela acara Penguatan Jaringan Usaha Sentra Peternak Puyuh Melalui KUR dan IUMK di Jakarta, Kamis (14/4/2016)
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren suku bunga kredit single digit atau di bawah 10 persen terus didorong pemerintah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Dengan suku bunga KUR yang cuma 9 persen per tahun dan akan turun lagi menjadi 7 persen pada 2017, maka KUR menjadi salah satu daya tarik kemudahan berbisnis. Terbukti dengan serapan KUR yang sangat bagus," ujar Sekretaris Kemenkop dan UKM Agus Muharram, dalam dialog Doing Businnes in Indonesia, Strategy and Solution, di ICE BSD City Tangerang, Kamis (26/5/2016).

Agus mengatakan, kebijakan suku bunga rendah yang didorong pemerintah ini diharapkan juga diikuti lembaga keuangan lainnnya khususnya perbankan baik BUMN maupun swasta.

"Diharapkan pada akhir tahun suku bunga kredit perbankan bisa di bawah 10 persen," katanya.

Kebijakan suku bunga rendah ini melengkapi berbagai deregulasi yang dilakukan pemerintah selama ini diantaranya paket kebijakan ekonomi I sampai XII.

Juga di bidang regulasi, di mana 3.000 perda yang hambat investasi akan dihapus.

Di sektor UMKM, sederet kebijakan kemudahan berinvestasi juga dilakukan, diantaranya, untuk perijinan UMKM kini hanya cukup satu lembar saja melalaui kecamatan.

Terkait hak cipta, dengan  menggandeng Kementerian Hukum dan HAM, Kemenkop bisa menerbitkan hak cipta cukup 1 jam saja dan gratis alias tidak dipungut biaya.

UMKM juga didorong melakukan perdagangan digital atau e commerce, melalui berbagai pelatihan dan fasilitas yang disediakan Kemenkop dan UKM.

Agus mengatakan dengan berbagai kemudahan berbisnis ini, target Indonesia untuk berada di peringkat 40 - 60 negara dengan kemudahan berbisnis (Ease of Soing Dusiness, EODB) bisa tercapai.

Sementara itu, saat ini Indonesia berada di peringkat 109 EODB 2016 yang dikeluarkan oleh Bank Dunia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X