Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/08/2016, 19:18 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com — Raksasa produsen perlengkapan olahraga Nike bisa saja sukses meraup keuntungan dari perhelatan Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Akan tetapi, setelah sekira sepekan pesta olahraga itu berlangsung, saham Nike hanya naik tipis dibandingkan dengan pesaingnya, Adidas dan Under Armour.

Perhelatan olahraga bangsa-bangsa per empat tahun tersebut memang mengekspos merek yang dikenakan oleh para atlet top dan disaksikan jutaan penonton.

Akan tetapi, meningkatnya persaingan dan biaya dapat menurunkan manfaat perjanjian kemitraan bernilai besar.

Sejak Olimpiade dimulai pekan lalu, saham dari Nike, yang merupakan sponsor resmi, meningkat 1 persen hingga Jumat (12/8/2016).

Meski demikian, pada saat yang sama, saham Under Armour naik 3 persen dan Adidas hampir 6 persen.

Adisas ataupun Under Armour bukanlah sponsor resmi Olimpiade. Akan tetapi, Under Armour menjadi sponsor bagi setidaknya 250 atlet, termasuk legenda renang Michael Phelps, sementara Adidas memasok seragam tim termasuk Jerman dan Inggris serta merilis sepatu olahraga edisi khusus.

Saham Nike, yang juga sponsor bagi tim AS, telah menunjukkan kinerja kuat pada Olimpiade sampai setidaknya dua olimpiade terakhir.

Saham Nike meningkat pada kisaran 4 sampai 19 persen selama enam kali Olimpiade tahun 1984 sampai 2004.

Namun, saham Nike turun hampir 3 persen selama Olimpiade 2008 di Beijing dan pada kisaran yang sama selama Olimpiade 2012 di London.

Sementara itu, Under Armour baru melantai di bursa pada tahun 2005.

Menurut juru bicara Nike, Brian Strong, sejauh ini Nike memperoleh reaksi positif terhadap produk-produk terkait Olimpiade yang dijual melalui gerai Nike sendiri ataupun mitra grosir.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com