Persingkat "Dwell Time," Menhub dan Dirjen Bea Cukai Sederhanakan Perizinan

Kompas.com - 18/09/2016, 16:10 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengadakan pertemuan dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Heru Pambudi hari ini, Minggu (18/9/2016).

Dalam pertemuan itu, Budi dan Heru membahas solusi dalam mempersingkat masa tunggu di pelabuhan atau dwell time. Budi menjelaskan, sebelumnya ia sudah melakukan pertemuan dengan Kapolri, pihak Pelindo guna mengidentifikasi masalah dan mencari solusi dwell time.

Adapun dengan Heru, ia membicarakan perihal simplifikasi atau penyederhanaan perizinan barang.

Budi menjelaskan, penyederhanaan tersebut dilakukan terhadap aturan pemeriksaan barang terhadap satu perusahaan yang melakukan bongkar muat.

Semisal, ada satu perusahaan yang telah berulang-ulang mendatang barang yang sama namun harus diperiksa tiap kali bongkat muat dilakukan.

"Kami simplikasi saja, begitu satu pabrik yang melakukan bongkar muat itu benar tidak perlu diperikasa lagi. Itu salah satu efisiensinya," kata Budi di Hotel Borobudur Jakarta, Minggu sore.

Pada kesempatan yang sama, Heru mengungkapkan, hal penting pada pertemuan hari ini adalah menerapkan manajemen risiko untuk mengurangi dan menekan perizinan, pemeriksaan dokumen, dan barang. Konsep ini pun sejalan dengan Indonesia National Single Risk Manangement.

"Supaya dwelling time bisa berkurang bukan hanya di Tanjung Priok tapi juga di tempat lain," ujar Heru.

Sebagaimana diberitakan, aturan dwell time maksimal tiga hari saat ini baru diberlakukan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Sementara itu, belum ada ketentuan yang sama untuk pelabuhan-pelabuhan di bawah pengelolaan Pelindo I, Pelindo III, dan Pelindo IV.

Namun ke depan, pemerintah berencana menerapkan ketentuan yang sama di pelabuhan-pelabuhan di luar Pelabuhan Tanjung Priok, demi mencapai target dwell time.

Kompas TV Jokowi Ancam Percepatan Bongkar Muat Kapal
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Whats New
IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

Whats New
Buka Marpolex 2022, Menhub Ingatkan Risiko Laut Tercemar karena Tumpahan Minyak

Buka Marpolex 2022, Menhub Ingatkan Risiko Laut Tercemar karena Tumpahan Minyak

Whats New
Pertemuan WEF, Pemerintah RI Rayu Investor Berinvestasi Kendaraan Listrik

Pertemuan WEF, Pemerintah RI Rayu Investor Berinvestasi Kendaraan Listrik

Rilis
Pemerintah Kantongi Rp 20 Triliun dari Lelang 7 Seri SUN

Pemerintah Kantongi Rp 20 Triliun dari Lelang 7 Seri SUN

Whats New
48,9 Persen Tiket Mudik dan Balik Lebaran 2022 KAI Dibeli Melalui KAI Access

48,9 Persen Tiket Mudik dan Balik Lebaran 2022 KAI Dibeli Melalui KAI Access

Whats New
Genjot Kinerja Keuangan, BRI Dinilai Perlu Melanjutkan Transformasi Digital

Genjot Kinerja Keuangan, BRI Dinilai Perlu Melanjutkan Transformasi Digital

Whats New
Tiket.com Tebar Promo Diskon Tiket Hotel Hingga Kereta Sampai 70 Persen

Tiket.com Tebar Promo Diskon Tiket Hotel Hingga Kereta Sampai 70 Persen

Spend Smart
Catat, Skor Kredit Mulai Jadi Pertimbangan Perusahaan Merekrut Karyawan

Catat, Skor Kredit Mulai Jadi Pertimbangan Perusahaan Merekrut Karyawan

Whats New
Masih Kurang, Semen Indonesia Berusaha Cari Batu Bara Untuk Kebutuhan Produksi

Masih Kurang, Semen Indonesia Berusaha Cari Batu Bara Untuk Kebutuhan Produksi

Whats New
3 Syarat Memperoleh Persetujuan Ekspor CPO

3 Syarat Memperoleh Persetujuan Ekspor CPO

Whats New
Cek Aturan Tarif Pajak Bumi dan Bangunan 2022

Cek Aturan Tarif Pajak Bumi dan Bangunan 2022

Whats New
Produksi Beras Nasional Meningkat, Mentan SYL Banjir Pujian

Produksi Beras Nasional Meningkat, Mentan SYL Banjir Pujian

Rilis
Tidak Ada Impor Beras Selama Tiga Tahun, Wabup Subang Puji Mentan SYL

Tidak Ada Impor Beras Selama Tiga Tahun, Wabup Subang Puji Mentan SYL

Rilis
Hingga Mei 2022, Realisasi Penyaluran BLT Dana Desa Capai Rp 3,84 Triliun

Hingga Mei 2022, Realisasi Penyaluran BLT Dana Desa Capai Rp 3,84 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.