OJK Dorong Penyaluran Kredit Sektor Kelautan dan Perikanan

Kompas.com - 07/11/2016, 21:53 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (7/11/2016).  Achmad FauziKetua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (7/11/2016). 
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penyaluran kredit perbankan pada sektor kelautan dan perikanan masih kecil dibandingkan potensi perikanan Indonesia. OJK mencatat penyaluran kredit sektor perikanan pada Agustus 2016 hanya Rp 22,5 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, saat ini pemanfaatan potensi perikanan di Indonesia belum maksimal. Sehingga, itu menjadi penyebab penyaluran kredit pada sektor kelautan dan perikanan tergolong kecil. 

"Potensi perikanan besar tapi angka kreditnya masih kecil," ujarnya dalam Rakernas Kadin, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (7/11/2016). 

Muliaman menuturkan, walaupun angka kredit per Agustus 2016 masih kecil, tetapi capaian tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Selain itu, kata dia, kredit bermasalah (non performing loan/NPL) pada sektor kelautan dan perikanan juga lebih baik dibandingkan total NPL perbankan.

"Penyaluran kredit sektor perikanan per Agustus 2016 meningkat 1,75 persen dari bulan sebelumnya. Pada periode sama, kredit macet (non performing loan/NPL) sebesar 2,3 persen, lebih baik dibandingkan total NPL perbankan yang mencapai 3,1 persen," imbuh dia.

Menurut dia, dengan capaian tersebut peluang perbankan masih terbuka lebar untuk menyalurkan kredit di sektor kelautan dan perikanan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X