Kompas.com - 22/11/2016, 07:31 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Bukti lain datang dari Yogyakarta. Adalah Wijayanto Wiwik, karyawan perusahaan swasta, yang memanfaatkan 900 meter persegi pekarangan rumahnya di Pujokusuman, untuk menyemai bibit tanaman buah.

Bibit tanaman yang dia semai mulai dari kelengkeng, mangga, durian, jambu air, hingga tanaman hasil persilangan tanaman lokal dan luar negeri. Setiap bibit tersebut dia jual dari harga Rp 50.000 sampai Rp 2 juta.

Per bulan, alumnus Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada tersebut rata-rata mendulang keuntungan bersih Rp 15 juta, setara sekitar 70 persen omzet penjualan 14-20 pohon.

"Berkebun di rumah, selain menghasilkan pemasukan tambahan, juga bisa menjadi obat stres bagi yang sibuk kerja di kota," tutur Wijayanto, seperti ditulis Kontan.co.id, Kamis(28/2/2013).

Pertanian modern di perkotaan

Bagi Anda yang tinggal di perkotaan, kisah sukses Mei dan Wiwik dapat jadi inspirasi. Tantangan selalu ada pada langkah pertama dan strategi untuk sesukses mereka.

Mulai saja dari pekarangan, seperti kisah Wijayanto. Kalaupun rumah tak punya halaman, mencari lahan kosong di sekitar tempat tinggal seperti cara Mei juga tak salah dijajal.

Lalu, apabila usaha berkebun sudah memberikan hasil, jangan berhenti dan mencukupkan diri dengan itu. Untuk meningkatkan hasil kebun, teknik bertani modern seperti pertanian hidroponik bisa dicoba juga.

Teknik hidroponik cocok diterapkan di lahan terbatas karena tak perlu tanah sebagai media tanam. Cukup pakai air bercampur nutrisi atau zat hara sebagai ganti "tempat menanam".

Sebagai wadah tanaman, Anda bisa memanfaatkan pipa paralon yang dirakit atau disusun sedemikian rupa sehingga bisa memuat banyak bibit tanaman. Sementara itu, gunakan generator untuk memompa larutan di atas agar bisa mengalir ke seluruh instalasi paralon.

Langkah selanjutnya adalah menentukan strategi penjualan yang menguntungkan. Anda bisa meniru cara Mei yang "menggandeng" supermarket terdekat.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.