Pada 2019, Kemenperin Target Bangun 7 Politeknik Industri

Kompas.com - 29/11/2016, 18:30 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Kemenperin, Jakarta, (29/11/2016). Pramdia Arhando Julianto/Kompas.comMenteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Kemenperin, Jakarta, (29/11/2016).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com -Kementerian Perindustrian menargetkan membangun tujuh politeknik di Kawasan Industri dan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) hingga 2019. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri di kawasan dan WPPI.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menjelaskan, konsep pendidikan vokasi pada politeknik di Kawasan Industri dan WPPI sepenuhnya berbasis kompetensi dengan keterlibatan yang intensif dari industri.

"Mulai dari identifikasi program studi, penyusunan kurikulum sesuai kebutuhan industri, praktek kerja dan pemagangan industri, hingga penempatan dengan ikatan kerja pada perusahaan industri," ujarnya di Kemenperin, Jakarta, (29/11/2016).

Menperin menambahkan, politeknik dan akademi komunitas mengadopsi lebih kurang 80 hingga 90 persen konsep pendidikan dual system dari Jerman dengan pembelajaran menggunakan block system.

"Setiap semester, dua bulan pembelajaran teori dan praktek di kampus, dan tiga bulan magang di perusahaan industri," tambahnya.

Menperin berharap, kedepan seluruh stakeholder untuk bersama-sama mengembangkan pendidikan kejuruan dan vokasi yang link and match dengan industri, tidak saja untuk meningkatkan daya saing SDM, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Karena pembangunan industri yang utama adalah membangun manusianya,” papar Airlangga.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, penguatan kompetensi SDM melalui pendidikan vokasi sangat penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

Apalagi didukung dengan kebijakan pelaksanaan deregulasi serta pembangunan infrastruktur.

“Salah satu profesi yang bisa berkembang melalui pendidikan kejuruan ini adalah juru ukur, yang jumlahnya masih terbatas, padahal pemerintah sedang mendorong pembangunan infrastruktur seperti pembangkit listrik dan jalan raya,” ujarnya.

Darmin menyampaikan, pemerintah sedang menyusun standar kompetensi yang jelas untuk mendorong kualitas lulusan pendidikan vokasi agar bisa bersaing di tingkat regional maupun global dalam jangka panjang.

"Hal ini juga memberikan penguatan daya tahan ekonomi domestik agar tidak terpengaruh oleh perlambatan ekonomi dunia,” tuturnya.

Kompas TV Pentingnya Pendidikan Keluarga bagi Prestasi Anak

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X