Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sampoerna Gencarkan Pencegahan Pembelian Rokok oleh Anak-anak

Kompas.com - 30/11/2016, 15:13 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - PT HM Sampoerna Tbk tengah mengoptimalkan Program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-anak (PAPRA). Hal ini bertujuan untuk mencegah anak-anak Indonesia memiliki akses untuk membeli rokok dengan mudah.

Pada program ini, Sampoerna melibatkan mitra dagangnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang sebanyak 4.800 ritel modern dan 30.000 ritel di seluruh Indonesia dengan melarang pembelian rokok pada anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Direktur Penjualan Sampoerna, Ivan Cahyadi mengatakan, program PAPRA merupakan wujud dukungan Sampoerna terhadap Peraturan Pemerintah No 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

“Selain melalui program PAPRA, Sampoerna juga mewujudkan komitmennya dengan memasarkan dan mempromosikan produknya hanya kepada perokok dewasa," ujar Ivan saat memaparkan Program PAPRA di Jakarta, Rabu (30/11/2016).

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Pengelola Twelve Mart Sobri (kiri), Direktur Penjualan PT HM Sampoerna Tbk Ivan Cahyadi (tengah), dan Director Corporate Affairs PT HM Sampoerna Tbk Troy Modlin secara simbolis meluncurkan Program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-anak (PAPRA) di Twelve Mart Ampera Raya, Cilandak Timur, Jakarta, Rabu (30/11/2016). Sampoerna memperkuat komitmen untuk mencegah akses penjualan rokok kepada anak-anak di bawah 18 tahun melalui kerja sama dengan para mitra dagangnya untuk menjalankan Program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-anak (PAPRA) di 32.300 ritel.
Dia mengatakan, program PAPRA telah dilaksanakan sejak bulan Oktober 2013 melalui penempatan sticker, wobbler, tent card, dan iklan layar lcd yang memuat pesan tentang pelarangan penjualan rokok kepada anak-anak di bawah 18 tahun.

Sementara, untuk tahun ini pihak Sampoerna menargetkan, jangkauan PAPRA diperluas ke tingkat ritel independen (minimart) dengan tambahan 2.300 ritel, sehingga hingga saat ini total ritel yang telah bergabung dalam program ini mencapai 32.300 ritel.

”Kami harap bahwa dengan semakin meningkatnya jangkauan program PAPRA, kesadaran masyarakat akan larangan penjualan rokok kepada anak-anak juga bertambah," ujar Ivan.

Untuk mengoptimalkan program PAPRA, Sampoerna juga melakukan edukasi kepada pemilik dan pekerja toko supaya tidak menjual rokok kepada anak-anak yang belum berusia 18 tahun.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Karyawan Twelve Mart menunjukkan stiker larangan menjual produk tembakau pada anak-anak di Twelve Mart Ampera Raya, Cilandak Timur, Jakarta, Rabu (30/11/2016). Sampoerna memperkuat komitmen untuk mencegah akses penjualan rokok kepada anak-anak di bawah 18 tahun melalui kerja sama dengan para mitra dagangnya untuk menjalankan Program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-anak (PAPRA) di 32.300 ritel.
"Sosialisai serupa terus dijalankan di kota-kota besar seperti di Medan, Yogyakarta, Sidoardjo dan Surabaya, serta Denpasar," pungkasnya.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan pada 2013, perokok aktif mulai dari usia 10 tahun ke atas berjumlah 58,75 juta orang. Jumlah tersebut terdiri dari 56,86 juta perokok laki-laki dan 1,89 juta perokok perempuan.

Hasil penelitian pun menunjukkan, sebanyak 225,16 miliar batang rokok dibakar setiap tahunnya di Indonesia.

Pemerintah telah menjalankan program Kawasan Tanpa asap Rokok (KTR). Hal ini untuk menjamin masyarakat agar dapat menghirup udara bersih, sehat, dan bebas dari asap rokok. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkat Suku Bunga Acuan Terus Naik, Reksa Dana Pasar Uang Kian Menarik?

Tingkat Suku Bunga Acuan Terus Naik, Reksa Dana Pasar Uang Kian Menarik?

Earn Smart
Dirut BPJS Kesehatan: Dulu Ada Istilah Orang Miskin Dilarang Sakit, Sekarang Jarang Terdengar

Dirut BPJS Kesehatan: Dulu Ada Istilah Orang Miskin Dilarang Sakit, Sekarang Jarang Terdengar

Whats New
Wajib Pajak Boleh Lho Tak Lapor SPT Tahunan, tapi...

Wajib Pajak Boleh Lho Tak Lapor SPT Tahunan, tapi...

Whats New
Tingkat Kupon SUN yang Akan Dilelang Besok

Tingkat Kupon SUN yang Akan Dilelang Besok

Rilis
Mengenal Sniffing, Modus Penipuan File APK Berkedok Undangan Pernikahan, Tagihan BPJS, sampai Resi Kurir

Mengenal Sniffing, Modus Penipuan File APK Berkedok Undangan Pernikahan, Tagihan BPJS, sampai Resi Kurir

Whats New
Harga Tiket Kereta Panoramic Bandung-Surabaya Rp 1,1 Juta, Jakarta-Bandung Rp 350.000

Harga Tiket Kereta Panoramic Bandung-Surabaya Rp 1,1 Juta, Jakarta-Bandung Rp 350.000

Whats New
Jelang KTT ASEAN 2023, Kawasan MICE Golo Mori NTT Terus Berbenah

Jelang KTT ASEAN 2023, Kawasan MICE Golo Mori NTT Terus Berbenah

Whats New
Sandiaga Uno: Pelaku UMKM Harus Melek Digital

Sandiaga Uno: Pelaku UMKM Harus Melek Digital

Whats New
PGE: Transisi Energi Jadi Momentum Indonesia Optimalkan Potensi Panas Bumi

PGE: Transisi Energi Jadi Momentum Indonesia Optimalkan Potensi Panas Bumi

Whats New
BPJS Kesehatan Bantah Bangkrut gara-gara Tanggung Biaya Medis Orang Kaya

BPJS Kesehatan Bantah Bangkrut gara-gara Tanggung Biaya Medis Orang Kaya

Whats New
Update Limit Transfer Mandiri ke Bank Lain dan Sesama Mandiri

Update Limit Transfer Mandiri ke Bank Lain dan Sesama Mandiri

Spend Smart
Menakar Pentingnya Peran Pemerintah Daerah untuk Mengendalikan Inflasi Nasional

Menakar Pentingnya Peran Pemerintah Daerah untuk Mengendalikan Inflasi Nasional

Whats New
IHSG Ditutup Melemah, Sektor Teknologi Terkoreksi Paling Dalam

IHSG Ditutup Melemah, Sektor Teknologi Terkoreksi Paling Dalam

Whats New
Ekspansi, 'Start-up' Tanda Tangan Digital, Incar Pasar Australia

Ekspansi, "Start-up" Tanda Tangan Digital, Incar Pasar Australia

Rilis
Akui Minyakita Langka, Mendag Zulhas: Sekarang Berebut, Stoknya Jadi Sedikit

Akui Minyakita Langka, Mendag Zulhas: Sekarang Berebut, Stoknya Jadi Sedikit

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+