Tiga Menteri Sidak Harga Pangan dan Resmikan Sistem Resi Gudang di Cianjur

Kompas.com - 05/12/2016, 20:46 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita melakukan kunjungan kerja ke Cianjur, Jawa Barat, Senin (5/12/2016).

Kunjungan tersebut guna melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Pasir Hayam untuk mengecek harga pangan.

Ketiganya kemudian melakukan launching integrasi Sistem Resi Gudang (SRG) dan pasar lelang komoditas dalam rangka meningkatkan akses pasar.

Hadir pada kegiatan ini Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan dan Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Berdasarkan hasil sidak, harga beras termurah sebesar Rp 7.600 per kilogram (kg), beras medium Rp 8.000 per kg, beras premium (IR 64) Rp 10.000 per kg.

Sementara harga daging sapi beku Rp 80.000 per kg, daging segar sapi lokal Rp 105.000 per kg hingga Rp 110.000 per kg, daging ayam Rp 30.000 per kg, Bawang Merah Rp 27.000 per kg, cabai kriting Rp 50.000 per kg, dan cabai merah Rp 40.000 per kg.

Menko Darmin mengatakan persoalan harga pangan bukan semata-mata dipengaruhi faktor produksi, tetapi sangat dipengaruhi juga oleh faktor distribusi.

Menurutnya, komoditas pangan tidak semua dapat tahan lama untuk disimpan, sehingga ketika bukan musim produksi akan terjadi kelangkaan stok dan akhirnya menyebabkan harga naik.

"Contohnya cabai tidak sama dengan bawang merah. Cabai tidak tahan lama atau cepat busuk, akibatnya cepat terjadi kekurangan stok di pasar sehingga harga naik. Sementara bawang merah bisa tahan lama disimpan di gudang pendingin, sehingga stok dan harganya bisa normal dalam waktu lama," katanya dalam keterangan resmi kepada Kompas.com Senin (5/12/2016).

Oleh karena itu, lanjutnya, langkah yang dilakukan untuk menjaga stok adalah dengan membangun gudang pendingin yang memadai, penyediaan mesin pengeringan (dryer) agar nilai jual komoditas pangan yang dihasilkan petani tinggi dan memperbanyak pembangunan pasar pengepul.

"Jadi, pemerintah tidak akan mengimpor komoditas pangan khususnya cabai dan bawang merah. Bagaimana mau impor, produksi di luar negeri pun tidak ada. Untuk itu, yang dilakukan pemerintah saat ini memperbaiki sistem logistik pangan," tegasnya.

Terkait penerapan integrasi sistem regi gudang dan pasar lelang komoditas, ia menekankan perlunya memantau dan mendorong supaya tidak hanya integritas dan ketekunan yang tercapai tetapi juga kontinuitas dalam mengurusnya. Sehingga hasilnya benar-benar dapat memberdayakan petani dan mewujudkan efisiensi perdagangan.

"Soal sistem resi gudang ini sudah ada sejak 30 tahun lalu, sehingga kelemahan resi gudang sudah diperhitungkan. Untuk itu, resi gudang yang diluncurkan sekarang harus mampu berhasil dengan belajar dari masa lalu," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.