Serikat Petani Desak Pemerintah Segera Distribusikan Lahan untuk Petani Gurem

Kompas.com - 19/01/2017, 17:05 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Serikat Petani Indonesia (SPI) mengatakan, program pemerintah terkait redistribusi tanah kepada petani belum berjalan dengan baik.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo mencanangkan program reforma agraria untuk memberikan kepastian tanah bagi masyarakat miskin.

Dalam program tersebut pmerintah pun menargetkan redistribusi 9 juta hektar untuk petani, khususnya petani gurem yang tidak memiliki tanah atau kepemilikan tanah di bawah 0,3 hektar.

Ketua Umum (SPI) Henry Saragih mengatakan, pelaksanaan reforma agraria sudah ada dasar hukumnya, tetapi sejak tahun 2016 belum dilaksanakan.

"Janji tanah sembilan juta hektar selama 2016 masih bersifat sertifikasi tanah. Sementara target redistribusi tanah belum terlaksana," ujar Henry saat konfrensi pers di Kantor SPI Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Dia menambahkan, selama 2016, kebijakan redistribusi lahan sembilan juta hektar bagi rakyat dan petani kecil, serta penuntasan berbagai konflik agraria tidak berjalan sesuai mandat dan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2015-2019.

"Kemarin, ada tanda-tanda baik Presiden mulai redistribusi tanah 12,5 hektar ke masyarakat adat, tetapi itu sangat kecil, sehingga target pemerintah mendistribusi lahan seluas 1,09 juta bidang atau 2,18 juta hektar pada 2016 tidak terlaksana," ucapnya.

Dengan itu, Serikat Petani Indonesia bersama dengan Badan Musyawarah Tani Indonesia meminta pemerintah segera mewujudkan pemerataan berupa redistribusi kepemilikan aset berupa tanah.

SPI juga mendesak agar pada 2017,  redistribusi lahan sembilan juta hektar kepada petani gurem bisa direalisasikan.

Berdasarkan data SPI, sebanyak 43 persen (26,14 juta) rumah tangga di Indonesia adalah petani yang menggantungkan hidupnya di sektor pertanian.

Dari jumlah itu, sebesar 14,62 juta (56,12 persen) merupakan petani gurem, dengan kepemilikan lahan di bawah 0,4 hektar.

"Tanpa melakukan redistribusi aset berupa tanah maka pemerataan kesejahteraan petani hanya mimpi belaka,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.