KPPU: Mekanisme Impor "Zona Base" untuk Daging Sapi Sudah Tepat

Kompas.com - 31/01/2017, 07:26 WIB
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M Syarkawi Rauf saat sidak peternak sapi di Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Senin (30/1/2017) Kontributor Malang, Andi HartikKetua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M Syarkawi Rauf saat sidak peternak sapi di Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Senin (30/1/2017)
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

MALANG, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M Syarkawi Rauf mengatakan, mekanisme impor daging sapi melalui zona base yang diterapkan oleh pemerintah saat ini sudah tepat.

Hal itu bisa membuka negara baru pemasok daging sapi untuk Indonesia. Dalam mekanisme zona base, Indonesia bisa mengimpor daging sapi dari negara manapun asal wilayah yang ada di dalam negara itu bebas dari penyakit kuku dan mulut.

"Zona base sudah baik untuk mendorong penurunan harga daging sapi di dalam negeri," katanya saat sidak peternak sapi di Dusun Jatimulyo, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Senin (20/1/2017).

Sementara itu, mekanisme country base hanya memperbolehkan impor daging sapi dari negara yang dinyatakan bebas dari penyakit kuku dan mulut.

"Kalau zona base, tidak apa-apa impor dari negara yang tidak bebas penyakit itu (mulut dan kuku), tapi di negara itu kan tidak semua daerahnya terkena atau terserang penyakit kuku dan mulut. Sehingga bisa diimpor dari zona - zona yang dinyatakan aman," ungkapnya.

Hal itu diungkapkan Syarkawi menanggapi kasus tertangkapnya hakim MK Patrialis Akbar terkait impor daging sapi.

Syarkawi menyebut ada dua kubu yang saling berhadap - hadapan. Salah satunya adalah yang menginginkan mekanisme zona base seperti saat ini. Sehingga menghendaki uji materi itu ditolak.

Di sisi lain, ada pihak yang menghendaki country base seperti keinginan pemohonan dalam uji materi tersebut. Dua kekuatan besar ini menurut Syarkawi tidak lepas dari tingginya keuntungan yang didapat dari bisnis impor daging sapi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.