Dorong Ekspor, Pemerintah Tingkatkan Pembiayaan Industri Kecil

Kompas.com - 15/02/2017, 08:53 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) akan meningkatkan porsi pembiayaan untuk pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) sesuai instruksi pemerintah.

Pelaksana Tugas Dewan Direktur Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Susiwijono Moegiarso menuturkan hal itu dilakulan untuk meningkatkan gairah IKM agar mengekspor produk-produk unggulan ke pasar internasional.

Pada tahun 2016, realisiasi pembiayaan mencapai Rp 88,4 triliun, dengan distribusi untuk IKM sebesar Rp 10,5 triliun.

“Tahun ini kami diminta untuk meningkatkan porsi pembiayaan sebesar Rp 102,6 triliun, dengan target untuk IKM naik menjadi 51 sampai 52 persen sehingga diharapkan mencapai Rp15 hingga 16 triliun,” tuturnya di Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Susiwijono optimistis ekspor industri khususnya IKM akan melonjak pada tahun 2017 karena harga komoditas mulai naik dan perekonomian nasional yang mulai membaik di tengah persaingan global.

"Strategi kami untuk mendorong ekspor di tahun ini, yakni peningkatan pembiayaan pada komoditi dan sektor unggulan, serta melakukan penetrasi ke nontraditional market,” ungkapnya.

Menurut Susiwijono, LPEI akan memberikan dukungan kepada IKM melalui jasa konsultasi, salah satunya dalam bentuk program Coaching Program for New Exporter (CPNE), yang merupakan program berkelanjutan bagi rintisan eksportir baru dengan cara mempersiapkan pelaku IKM melalui pelatihan, pameran dan bimbingan.

Kemudian, dari sisi pembiayaan, lembaga ini akan memfasilitasi IKM dengan memberikan akses pendanaan yang mudah, murah dan dengan suku bunga kompetitif, bagi IKM yang membutuhkan modal kerja maupun investasi dalam rangka ekspor.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), ekspor IKM periode Januari-November 2016 mencapai 24,7 miliar dollar AS atau memberikan kontribusi 24,8 persen terhadap total ekspor industri non-migas.

Serapan tenaga kerja pada sektor IKM pada awal tahun 2016 mencapai 97,22 persen. Kemenperin mencatat, jumlah sentra IKM tahun 2016 sebanyak 7.437 sentra.

Jumlah unit sentra terbanyak diduduki sektor pangan 40 persen, kerajinan dan aneka 23 persen, serta sandang 16 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.