Kemenhub Klasifikasikan Taksi "Online" sebagai Angkutan Sewa khusus

Kompas.com - 18/02/2017, 12:55 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto, saat ditemui di Kemenhub Jakarta, Jumat (17/2/2017).  Achmad FauziDirektur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto, saat ditemui di Kemenhub Jakarta, Jumat (17/2/2017). 
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengklasifikasikan taksi online sebagai angkutan sewa khusus. Hal ini diputuskan setelah Kemenhub bersama pemangku kepentingan lainnya melakukan uji publik Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto menerangkan, awalnya taksi online diklasifikasikan sebagai angkutan sewa. Namun, taksi online kemudian disepakati berbeda dengan klasifikasi angkutan sewa.

Sebab, menurut klasifikasinya, angkutan sewa merupakan kendaraan yang bisa digunakan ke semua tempat, sedangkan taksi online hanya bisa menjangkau daerah perkotaan.

"Memang sama-sama pelat hitam, tetapi taksi online pelayanannya dari pintu ke pintu dan harus memakai sopir. Kalau angkutan sewa kan bisa di seluruh Indonesia, bisa berhenti di pinggir jalan, dan bisa serahkan kuncinya saja," ujar Pudji saat ditemui di Kantor Kemenhub Jakarta, Sabtu (17/2/2017).

Selain itu, kata Pudji, Kemenhub juga akan memberikan stiker khusus untuk ditempelkan di kendaraan taksi online. Hal ini dilakukan untuk memberikan tanda bahwa kendaraan tersebut merupakan angkutan taksi online.

Kemenhub pun menerapkan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) khusus pada taksi online. Namun, kata dia, baik stiker maupun TNKB khusus, penerapannya diserahkan kepada kepolisian. Alasannya, itu merupakan ranah pekerjaan kepolisian.

"Ini nanti ada tanda taksi online, domainnya di kepolisian. Jadi, TNKB-nya nanti khusus, misalnya B 0000 DDD itu taksi online. Nomornya itu khusus taksi online. Nanti stikernya juga bagus, bukan tulisan taksi online saja sehingga secara analog bisa kelihatan," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Whats New
Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Rilis
SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

Earn Smart
Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Rilis
Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Work Smart
[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | 'Harga Teman', Komponen Harga yang Masih Misteri

[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | "Harga Teman", Komponen Harga yang Masih Misteri

Rilis
Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Whats New
Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Whats New
Mengenal Perbedaan Gejala yang Ditimbulkan Varian Delta dan Delta Plus

Mengenal Perbedaan Gejala yang Ditimbulkan Varian Delta dan Delta Plus

Whats New
BTN Targetkan NPL Turun ke 3,9 Persen di Akhir Tahun

BTN Targetkan NPL Turun ke 3,9 Persen di Akhir Tahun

Whats New
IPO Bukalapak Dongkrak Kapitalisasi Pasar BEI hingga RP 87,6 Triliun

IPO Bukalapak Dongkrak Kapitalisasi Pasar BEI hingga RP 87,6 Triliun

Whats New
Tahun Ini BTN Bakal Tutup 29 Kantor

Tahun Ini BTN Bakal Tutup 29 Kantor

Whats New
Tingkatkan Literasi Keuangan Milenial, GoPay Luncurkan FinanSiap

Tingkatkan Literasi Keuangan Milenial, GoPay Luncurkan FinanSiap

Whats New
Terus Tumbuh, Transaksi Digital Bank Danamon Capai 81 Persen

Terus Tumbuh, Transaksi Digital Bank Danamon Capai 81 Persen

Whats New
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Menjadi Leader Berkarakter | Lingkungan Kerja yang Toxic | Sunk Cost Fallacy, Masa Lalu Memperburuk Keputusan

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Menjadi Leader Berkarakter | Lingkungan Kerja yang Toxic | Sunk Cost Fallacy, Masa Lalu Memperburuk Keputusan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X