Kisah Ketimpangan dan Diskriminasi di Surga Kecil Tanah Papua

Kompas.com - 24/02/2017, 22:32 WIB
Diskusi PARA Syndicate terkait polemik Freeport Indonesia diskusi di kantor PARA Syndicate, di Jakarta Selatan, Jumat (24/2/2017). Pramdia Arhando/Kompas.comDiskusi PARA Syndicate terkait polemik Freeport Indonesia diskusi di kantor PARA Syndicate, di Jakarta Selatan, Jumat (24/2/2017).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Lirik Lagu Aku Papua dari Edo Kondologit menceritakan bagaimana kekayaan alam bumi Papua. Papua menyimpan kekayaan alam mineral berupa tembaga, emas, dan perak yang begitu berharga.

"Tanah Papua tanah yang kaya, surga kecil jatuh ke bumi. Seluas tanah sebanyak madu adalah harta harapan," begitu lirik dalam lagu tanah Papua.

Beroperasi di daerah dataran tinggi di kabupaten Mimika, provinsi Papua, Freeport Indonesia memasarkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas dan perak ke seluruh penjuru dunia.

Dibalik besarnya kekayaan tanah Papua, ada sekelumit kisah dan cerita mantan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang mengungkapkan bahwa masyarakat lokal di Papua masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Eks karyawan PTFI Yoga Duwarto menceritakan, saat bekerja di PTFI sejak tahun 1988 hingga 1995 sebagai ahli di bidang teknologi informasi, dirinya merasakan hal-hal yang membuatnya kaget.

"Saya agak kaget saat menginjakkan kaki di bumi Papua, pertama kali saya datang saat tengah malam, semuanya gelap, tidak ada lampu. Kemudian saya naik truk besar, setelah berjam-jam perjalanan tiba-tiba saya kaget ada lampu sangat terang dan itu ternyata Tembagapura dengan udara dingin sekali," ujar Yoga saat diskusi PARA Syndicate di Jakarta, Jumat (24/2/2017).

Yoga menjelaskan, dirinya tak pernah menyangka bisa bergabung dengan perusahaan raksasa tambang tersebut. Saat itu Yoga diberikan pekerjaan yang tidak mudah yaitu membuat sistem digital pada pertambangan PTFI di tanah Papua yang minim infrastruktur.

"Tugas saya waktu itu adalah mengatur sistem manual ke komputer, saya harus bangun jaringan telekomunikasi dengan alat-alat yang sangat canggih dan semua disediakan Freeport," kata Yoga.

Fasilitas barak atau asrama yang dilengkapi sarana dan prasarana layaknya apartemen mewah nan canggih  membuatnya kaget ketika mendapatkan fasilitas seperti saat itu.

"Saya diberikan tempat yang bagus, itu adalah fasilitas bagi karyawan yang dikenal dengan barak, kenyamanan seperti apartemen saat ini, semua fasilitas lengkap, listrik ada, baju ada yang cuci, makan silakan. Gaji memang kecil. Tapi tunjangan segudang. Bahkan, ada tunjangan uang dingin," ungkapnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Cara Mitra Grab di Manado Bertahan pada Era Kenormalan Baru

Begini Cara Mitra Grab di Manado Bertahan pada Era Kenormalan Baru

Earn Smart
Kurang dari 50 Persen Startup yang Mampu Bertahan di Tengah Krisis Akibat Covid-19

Kurang dari 50 Persen Startup yang Mampu Bertahan di Tengah Krisis Akibat Covid-19

Whats New
Biodiesel, Upaya RI Lepas dari Belenggu Kampanye Negatif Soal Sawit

Biodiesel, Upaya RI Lepas dari Belenggu Kampanye Negatif Soal Sawit

Whats New
Susi Pernah Borong 30 Pesawat, Sandiaga Uno: Kayak Beli Kacang

Susi Pernah Borong 30 Pesawat, Sandiaga Uno: Kayak Beli Kacang

Whats New
Semester I-2020, Fintech Ini Catat Penyaluran Pinjaman Naik 15 Persen

Semester I-2020, Fintech Ini Catat Penyaluran Pinjaman Naik 15 Persen

Whats New
Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Whats New
Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

BrandzView
Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Whats New
Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Whats New
Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Whats New
Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Whats New
Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Whats New
Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Whats New
Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Whats New
Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X