Kompas.com - 15/03/2017, 11:00 WIB
|
EditorAprillia Ika

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengadakan pertemuan dengan Deputi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Gedung Putih.

Pertemuan ini adalah pertemuan tingkat tinggi pertama Arab Saudi dengan presiden baru AS tersebut.

Mengutip CNN Money, Rabu (15/3/2017), pertemuan tersebut sebetulnya tidak lepas dari upaya Arab Saudi untuk tak lagi menggantungkan ekonominya pada minyak, yang tertuang dalam strategi ekonomi bertajuk Visi 2030.

Adapun Pangeran Mohammed adalah menteri pertahanan sekaligus putra Raja Salman. Selama berdekade-dekade, Arab Saudi menjual minyak mereka ke AS dengan jaminan keamanan.

Akan tetapi moto "minyak untuk keamanan" yang telah membentuk hubungan Arab Saudi-AS tersebut ternodai dengan peningkatan produksi energi AS secara signifikan.

"Dengan pergeseran pada pasar energi global yang terlihat jelas, moto itu sudah ketinggalan jaman," ujar Salman Al-Ansari, presiden Komite Hubungan Masyarakat Saudi Amerika. Al-Ansari menyatakan, moto yang baru harusnya adalah perdagangan dan keamanan.

Hal inilah yang kabarnya akan dibicarakan oleh Trump dan Pangeran Mohammed. Meski Arab Saudi sudah berupaya untuk tidak lagi menggantungkan ekonomi pada minyak, namun tetap saja hingga saat ini hampir separuh produk domestik bruto (PDB) negara itu masih bergantung pada industri minyak.

Pada tahun 2014, produksi minyak Arab Saudi membanjiri pasar untuk menyingkirkan pemasok minyak lainnya dari pasar. Hal itu sukses karena akhirnya produsen minyak serpih AS menahan produksinya, namun harga minyak malah anjlok.

Akhirnya, ekonomi Arab Saudi anjlok secara dramatis pula. Selain membicarakan soal minyak, kabarnya Pangeran Mohammed juga akan membicarakan investasi Arab Saudi.

Negara tersebut berencana untuk menanamkan modal di perusahaan-perusahaan teknologi AS. Sebelumnya, Arab Saudi tekah berkomitmen investasi 45 miliar dollar AS ke dana investasi yang diluncurkan patungan dengan SoftBank dari Jepang. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNN Money


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.