Disambangi S&P, Pemerintah Jelaskan Utang Rp 3.549 Triliun

Kompas.com - 24/03/2017, 19:26 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Perwakilan lembaga pemeringkat internasional Standart and Poor (S&P) menyambangi Kantor Kementerian Keuangan Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (24/3/2017).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Suahasil Nazara mengungkapkan, pertemuan itu membahas sejumlah perkembangan ekonomi Indonesia, termasuk merangkaknya utang pemerintah.

"Ya kami jelaskan, kami mengelola utang dengan bijaksana dan rasio terhadap GDP (Gross Domestic Product) kita 28 persen," ujarnya usai pertemuan dengan S&P.

Menurutnya, kondisi rasio utang Indonesia terhadap GDP jauh lebih baik dibandingkan negara lain yang sudah mendapatkan rangking invesment grade dari S&P.

Seperti diketahui, kedatangan perwakilan S&P dalam rangka memulai review rating terhadap surat utang pemerintah Indonesia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah mencapai Rp 3.549 triliun. Adapun nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atau GDP mencapai Rp 12.406,8 triliun pada 2016. Artinya, rasio utang pemerintah mencapai 28,6 persen dari GDP.

Rasio utang Indonesia lebih rendah dibandingkan negara maju misalnya AS yang sebesar 108 persen, Jepang 250 persen, dan Jerman 70 persen. Begitu pun dengan sejumlah negara tetangga. Rasio utang Filipina dan Australia masing-masing sebesar 36 persen, Malaysia 56 persen, dan Thailand sebesar 44 persen.

"Itu (rasio utang) kalau dibandingkan dengan negara lain yang juga investment grade kita jauh lebih baik," kata Suahasil.

Saat ini, hanya tinggal S&P yang belum mereview rating surat utang pemerintah Indonesia. Sebelumnya, Fitch Ratings telah meningkatkan Outlook Credit Rating Indonesia pada Long Term Foreign dan Local Currency Issuer Default Rating menjadi positif, dan mengafirmasi rating Indonesia pada BBB- (Investment Grade) pada 21 Desember 2016 lalu.

Menyusul setelah itu lembaga pemeringkat internasional lainnya yakni Moody's Investors Service juga menaikkan outlook surat utang pemerintah Indonesia menjadi positif pada 8 Februari 2017.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.