Presiden Tetapkan Acuan Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen, Apa Pertimbangannya?

Kompas.com - 04/04/2017, 17:34 WIB
Presiden Joko Widodo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/4/2017). Fabian Januarius KuwadoPresiden Joko Widodo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/4/2017).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan, Presiden Joko Widodo telah menetapkan acuan angka pertumbuhan ekonomi 5,6 persen pada 2018, lebih tinggi dari target tahun ini yang hanya 5,1 persen.

Keputusan itu diambil dalam Sidang Kabinet terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 di Istana Negara.

"Presiden menetapkan (pertumbuhan ekonomi) 5,6 persen adalah tingkat yang dianggap optimistis namun tetap kredibel," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Menurut perempuan yang kerap disapa Ani itu, keputusan itu diambil setelah Presiden melihat komposisi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini.

Mulai dari sisi permintaan hingga produksi. Khusus untuk sisi permintaan, Presiden melihat sejumlah indikator mulai dari konsumsi masyakarat, tingkat investasi, hingga belanja pemerintah.

Ketiganya adalah pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meski begitu, pemerintah masih punya tantangan.

Sri Mulyani mengatakan, tantangan itu berasal dari sisi eksternal yakni ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat (AS) di bawah komando Presiden Donald Trump.

Selain itu, ada juga faktor eksternal lainnya yakni kondisi geopolitik dan memanasnya isu kemanan disejumlah kawasan di dunia.

"Jadi tadi Presiden sudah menetapkan angka itu akan menjadi angka yang akan kami gunakan untuk memulai APBN 2018," kata Sri Mulyani.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X