Garap LRT Jabodebek, PT KAI Berharap Kucuran Dana PMN Rp 5,6 Triliun

Kompas.com - 13/04/2017, 15:36 WIB
Kondisi teraktual pembangunan LRT Jabodebek, foto diambil Kamis (9/2/2017). Hilda B Alexander/KOMPAS.comKondisi teraktual pembangunan LRT Jabodebek, foto diambil Kamis (9/2/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI berharap mendapat kucuran Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 5,6 triliun sebagai dana cadangan untuk menggarap proyek infrastruktur Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek).

PT KAI akan mengajukan PMN senilai Rp 5,6 triliun ke Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2018. PT KAI berharap DPR RI bisa menyetujui permohonan PMN untuk dana cadangan proyek LRT ini.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro berharap dengan dana PMN ini maka proyek LRT Jabodebek akan terus berjalan dan tidak mangkrak.

(Baca: Faisal Basri: Proyek LRT Jabodebek Diprediksi Mangkrak)

"PMN Rp 5,6 triliun itu diharapkan kelar dan disetujui. Karena Pak Luhut (Menko Maritim) bilang, begitu ya (PMN). Makanya, ya dari APBN," kata Edi, Kamis (13/4/2017).

Menurut Edi, jika penyaluran PMN untuk PT KAI tidak berjalan sesuai harapan, maka bisa saja masuk dalam anggaran Kementerian Perhubungan.  "Pokoknya kami cari solusi supaya ini (proyek LRT) bisa jalan," ujar Edi.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah melakukan rapat koordinasi (rakor) terkait rincian pendanaan proyek kereta ringan (light rail transit/LRT) di Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman.

Hasilnya, total pendanaannya yakni Rp 23 triliun untuk prasarana dan Rp 4 triliun sarana, dengan rincian dana Rp 9 triliun dari PMN dan Rp 18 triliun dari perbankan.

Pemerintah juga lewat Kementerian Perhubungan telah merevisi Perpres Nomor 65 Tahun 2016 tentang pembiayaan LRT, di mana sektor perbankan mulai dilibatkan untuk merampungkan LRT Jabodebek. Adapun pembagiannya 67 persen pendanaan oleh perbankan dan 33 persen oleh APBN.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Whats New
PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

Rilis
Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X