3 Cara Mudah Mengerem Nasfu Belanja dengan Kartu Kredit

Kompas.com - 29/04/2017, 12:00 WIB
Membayar menggunakan kartu kredit. AP PhotoMembayar menggunakan kartu kredit.
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbelanja merupakan naluri alamiah setiap manusia, bagi wanita maupun laki-laki yang telah memiliki penghasilan.  Ditambah dengan kemudahan berbelanja yang ditawarkan kartu kredit, sekarang berbelanja menjadi kegiatan konsumtif yang sangat mudah.

Dengan kartu kredit, kita dapat membeli barang saat dana belum cukup. Bahkan bisa membeli barang dengan cara mencicil tanpa dikenakan bunga selama jangka waktu tertentu. Berbagai tawaran menarik dari bank penerbit kartu kredit pun bisa mendorong pengguna kartu kredit untuk berbelanja.  

Namun, bila tidak bijaksana, kartu kredit bisa menjadi sumber bencana yang menimbulkan masalah keuangan. Bagaimana agar Anda selalu bijak memakai kartu kredit sehingga Anda tidak terjebak dengan utang yang menumpuk?

Coba cara mudah yang dilakukan ialah bertanya menjawab tiga pertanyaan berikut ini kepada diri Anda sendiri. Jika jawabannya tidak, sebaiknya Anda tidak meneruskan keinginan untuk menggunakan kartu kredit. Jika jawaban iya, silakan dilanjutkan rencana Anda menggesek kartu plastik tersebut.  

Berikut ini tiga pertanyaan tersebut:

Apakah punya dana untuk membayar penuh?

Pertanyaan ini sangat penting Anda tanyakan setiap kali akan menggunakan kartu kredit untuk berbelanja atau keperluan lain. Jika tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar penuh tagihan kartu kredit, Anda akan terkena bunga kartu kredit yang cukup besar. Dengan membayar tagihan kartu kredit secara minimal, utang kartu kredit Anda akan menumpuk karena akan terkena akumulasi bunga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apakah barang yang akan dibeli memang dibutuhkan?

Sebelum Anda berbelanja dengan kartu kredit, coba lontarkan pertanyaan berikut ini kepada diri sendiri: apakah saya memang membutuhkan barang itu? Bisakah saya membayar tunai? Apakah saya mampu membayar belanjaan saya?

Apakah Tagihan Kartu Kredit Sebelumnya Sudah Dibayar?

Sebelum Anda bertransaksi dengan kartu kredit, coba ingat apakah tagihan sebelumnya sudah dibayar atau belum? Jika belum dibayar dan Anda tidak memiliki dana untuk membayar tagihan yang baru, sebaiknya tidak menggunakan kartu kredit tersebut.

Bijaklah menggunakan kartu kredit. Memperlakukan kartu kredit sebagai kartu untuk mempermudah transaksi, bukan kartu untuk mencari utang. Sebagai kartu transaksi, Anda sebaiknya tidak mengandalkan kartu kredit untuk mendapatkan dana tambahan.  




25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nail 21,45 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Semester 1 2021 Capai Rp 12,5 Triliun

Nail 21,45 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Semester 1 2021 Capai Rp 12,5 Triliun

Whats New
Aturan Menaker Terkait Subsidi Gaji Tahun 2021 Terbit, Ini Syarat dan Kriteria Penerimanya

Aturan Menaker Terkait Subsidi Gaji Tahun 2021 Terbit, Ini Syarat dan Kriteria Penerimanya

Whats New
Insentif Kartu Prakerja Belum Cair, Jangan Lupa Lakukan Ini!

Insentif Kartu Prakerja Belum Cair, Jangan Lupa Lakukan Ini!

Whats New
Hyundai dan LG Akan Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang

Hyundai dan LG Akan Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang

Whats New
Bareskrim Tindak Hukum Dua Pinjol Ilegal, SWI: Beri Efek Jera

Bareskrim Tindak Hukum Dua Pinjol Ilegal, SWI: Beri Efek Jera

Whats New
Meski Cetak Laba Rp 150,8 Triliun, Kinerja Facebook Diproyeksi Tak Cerah Sepanjang Tahun

Meski Cetak Laba Rp 150,8 Triliun, Kinerja Facebook Diproyeksi Tak Cerah Sepanjang Tahun

Whats New
Google Sumbang Rp 14,5 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia

Google Sumbang Rp 14,5 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia

Rilis
Kini Mencairkan BPUM Rp 1,2 Juta Tak Perlu Antre, Ini Caranya

Kini Mencairkan BPUM Rp 1,2 Juta Tak Perlu Antre, Ini Caranya

Whats New
Luhut Sebut Potensi Kerugian akibat Banjir Rob Lebih dari Rp 1.000 Triliun

Luhut Sebut Potensi Kerugian akibat Banjir Rob Lebih dari Rp 1.000 Triliun

Whats New
Tingkatkan Akurasi Diagnosis, Menkes Mau Kumpulkan Data Medis Warga

Tingkatkan Akurasi Diagnosis, Menkes Mau Kumpulkan Data Medis Warga

Whats New
ARTO Cetak Rekor, Kekayaan Jerry Ng Bertambah Rp 3,91 Triliun Sehari

ARTO Cetak Rekor, Kekayaan Jerry Ng Bertambah Rp 3,91 Triliun Sehari

Whats New
Hasil Investigasi Internal, Kebocoran Data Terjadi di BRI Life Syariah

Hasil Investigasi Internal, Kebocoran Data Terjadi di BRI Life Syariah

Rilis
Urus Administrasi Kependudukan Tak Perlu Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Urus Administrasi Kependudukan Tak Perlu Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Whats New
ZYRX Pasok 165.000 Laptop Senilai Rp 700 Miliar buat Kemendikbud

ZYRX Pasok 165.000 Laptop Senilai Rp 700 Miliar buat Kemendikbud

Whats New
Net Asset Value Saratoga Naik Pada Semester I 2021 Berkat Portofolio Investasi

Net Asset Value Saratoga Naik Pada Semester I 2021 Berkat Portofolio Investasi

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X