Uang NKRI Baru Jarang Ada di ATM, Ini Penjelasan Bank Mandiri

Kompas.com - 31/05/2017, 15:30 WIB
Warga menunjukkan mata uang rupiah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tahun emisi 2016 di lokasi penukaran uang di Blok M Square, Jakarta, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia resmi meluncurkan uang NKRI tahun emisi 2016 dengan menampilkan 12 pahlawan nasional yakni 7 uang rupiah kertas dan dan 4 uang rupiah logam. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOWarga menunjukkan mata uang rupiah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tahun emisi 2016 di lokasi penukaran uang di Blok M Square, Jakarta, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia resmi meluncurkan uang NKRI tahun emisi 2016 dengan menampilkan 12 pahlawan nasional yakni 7 uang rupiah kertas dan dan 4 uang rupiah logam.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) telah mengedarkan uang rupiah tahun emisi 2016 sejak akhir tahun 2016 lalu. Akan tetapi, masih banyak masyarakat belum menggunakan uang baru tersebut lantaran masih jarang ditemui di mesin-mesin ATM perbankan.

(Baca: Banyak ATM Tak Gunakan Uang NKRI Baru, Ini Kata Gubernur BI )

Lalu, bagaimana penjelasan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terkait kondisi tersebut?

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menjelaskan, peredaran uang baru pada dasarnya mengikuti prinsip ilmu ekonomi.

"Yaitu kalau uang baru diedarkan tanpa menarik uang lama adalah pertambahan jumlah uang beredar. Artinya sekarang satu lembar uang yang sudah tidak layak edar ditukarkan dengan satu lembar uang baru," jelas Rohan di Plaza Mandiri, Selasa (30/5/2017) malam.

Rohan mengungkapkan, seberapa lama uang yang sudah tak layak edar ditarik peredarannya dan diganti dengan uang baru tergantung beberapa kondisi. Ia menyebut antara lain kondisi uang yang sudah rusak atau sangat kumuh.

Rohan menyatakan, pihaknya tidak bisa menentukan jenis uang yang diedarkan atau yang ada di dalam mesin ATM. Hal ini adalah wewenang bank sentral.

"Kasnya bank ada di BI (Bank Indonesia). Kita selalu mengajukan permintaan uang, kita ke teller (di BI) lalu dapat uang, kadang dapat uang baru, kadang dapat uang yang tidak baru," jelas Rohan.

Menurut Rohan, uang yang diperoleh perbankan dari bank sentral dapat dikatakan acak. Artinya, bisa saja bank memperoleh uang NKRI tahun emisi 2016 yang teranyar atau uang yang sudah beredar lebih dulu.

(Baca: Bank Indonesia: Kabar Uang NKRI Palsu, "Hoax"!)

Kompas TV Benarkah uang baru yang diklaim memiliki pengaman berlapis itu dipalsukan?

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Susi Pernah Borong 30 Pesawat, Sandiaga Uno: Kayak Beli Kacang

Susi Pernah Borong 30 Pesawat, Sandiaga Uno: Kayak Beli Kacang

Whats New
Semester I-2020, Fintech Ini Catat Penyaluran Pinjaman Naik 15 Persen

Semester I-2020, Fintech Ini Catat Penyaluran Pinjaman Naik 15 Persen

Whats New
Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Whats New
Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

BrandzView
Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Whats New
Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Whats New
Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Whats New
Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Whats New
Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Whats New
Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Whats New
Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Whats New
Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Whats New
Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Whats New
Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Whats New
Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X