Bank Mayora Revisi Pertumbuhan Kredit

Kompas.com - 14/06/2017, 13:46 WIB
Primus Petugas menghitung uang di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Mayora, Galuh Mas, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. KCP Galuh Mas adalah KCP ke-39 Bank Mayora secara nasional.


KOMPAS.com - Kondisi perekonomian nasional yang relatif belum menggairahkan membuat Bank Mayora melakukan berbagai kebijakan penataan kinerjanya. Direktur Utama Irfanto Oeij mengatakan hal itu pada Selasa kemarin di Jakarta.

Salah satu catatan Irfanto menunjukkan bahwa pihaknya merevisi pertumbuhan kredit ke posisi 15 persen pada kuartal pertama 2017 (Q1). Sebelumnya, sampai dengan Desember 2016, pertumbuhan kredit mencapai angka 23 persen. "Ada penurunan pertumbuhan memang," tuturnya.

Data yang diperoleh media mengenai tabel kinerja Q1 2017 menunjukkan bahwa penyaluran kredit per Q1 2017 besarnya mencapai Rp 3,358 triliun. Pada Q1 2016, kredit ada di posisi Rp 3,571 triliun. Sampai dengan akhir 2017, target penyaluran kredit dipatok hingga Rp 4 triliun.

Sementara itu, imbuh Irfanto, Bank Mayora berupaya menjaga agar posisi rasio kredit bermasalah (NPL)  terhadap kinerja keuangan sampai dengan 2017 usai ada di angka 2,5 persen. Terkait dengan hal itu, bank yang masih menjadi bagian dari Grup Mayora menyiapkan biaya pencadangan NPL dari angka Rp 22 miliar ke posisi Rp 40 miliar. Sampai kini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membatasi NPL Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II maksimal lima persen.

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorJosephus Primus
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X