Susi Duga Ada Calo Perizinan Dokumen Tangkap dan Angkut Ikan

Kompas.com - 07/07/2017, 17:59 WIB
Menteri Susi Pudjiastuti di Pantai Depok, Bantul Kompas.com/markus YuwonoMenteri Susi Pudjiastuti di Pantai Depok, Bantul
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menduga ada calo di kementeriannya.

Hal itu menyebabkan proses perizinan dan penerbitan dokumen kapal dan awaknya seperti Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) bisa berbelit.

Hal itu ungkapkan usai mendapat masukan dari nelayan yang merupakan nakhoda atau Awak Kapal Perikanan asal Kabupaten Tegal, yang ingin pemerintah mempermudah, mempercepat, dan menyederhanakan proses perizinan dan penerbitan dokumen SIPI dan SIKPI.

"Mungkin memang ada calo yang menyebabkan keterlambatan itu. Tapi, alasan paling umum adalah ketidakmampuan pemilik kapal memenuhi persyaratan SIKPI yang diminta," kata Susi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/7/2017).

Susi juga meminta agar awak kapal perikanan segera mempertanyakan kepada pemilik kapal apakah sudah melengkapi persyaratan dan menagih kartu asuransi nelayan.

"Kalian harus minta sama pemilik kapal agar diasuransikan. Asosiasi kalian ini asosiasi profesional yang punya keahlian, harus dihargai. Kalau tidak Anda, siapa lagi? Kerja itu harus dengan perlindungan. Di laut itu kalau ada apa-apa atau kecelakaan," kata Susi.

Susi juga berujar, akan berupaya untuk mengembangkan infrastruktur di Tegal, khususnya pelabuhan guna menunjang aktivitas nelayan dan pengembangan sumber daya manusia.

"Kami ingin meningkatkan SDM di Tegal, melalui pendidikan lanjutan untuk anak-anak nelayan melalui instansi pendidikan, seperti politeknik dan lain-lain," kata Susi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X