Pemilu Bukan Halangan bagi Ekonomi untuk Tetap Tumbuh

Kompas.com - 20/03/2019, 13:15 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani di dalam MRT, Jakarta , Selasa (6/3/2019)Dokumen Biro KLI Kementerian Keuangan Menteri Keuangan Sri Mulyani di dalam MRT, Jakarta , Selasa (6/3/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan Umum ( Pemilu) 2019 sudah di depan mata. Hari pencoblosan digelar pada 17 April 2019, atau kurang dari 30 hari lagi.

Meski ruang politik sedang riuh-riuhnya, namun ekonomi Indonesia diyakini tetap akan tumbuh positif pada 2019 meskipun sejumlah tantangan juga nyata di depan mata.

"Mendekati Pemilu tak menjadi halangan untuk memperkuat ekonomi Indonesia," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara Fitch on Indonesia, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Baca juga: Fitch Patok Predikat Investment Grade RI, Kemenkeu Nilai Bukti Ekonomi Stabil

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, Pemilu 2019 bukanlah pemilu pertama yang digelar Indonesia. Dari pengalaman masa lalu, telah terbukti kalau ekonomi tetap tumbuh meski ada pemilu.

Meskipun diakui Sri Mulyani, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi agar ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif, bahkan lebih baik dari 2018.

Tantangan tersebut yakni kebijakan moneter di Amerika Serikat dan ancaman dampak dari perang dagang antara AS dan China.

Baca juga: Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2019 di Kisaran 4,95-5,05 Persen

Pemerintah, kata Sri Mulyani, akan terus memanfaatkan kebijakan fiskal APBN untuk membantu menggenjot ekonomi Indonesia pada 2019.

Selain pembangunan infrastuktur yang terus dijalankan, pemerintah juga mengalokasikan anggaran lebih besar untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada 2019.




Close Ads X