Takut Dituduh Intervensi Maskapai, Luhut Minta Publik Menunggu

Kompas.com - 28/03/2019, 14:52 WIB
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Binsar Pandjaitan memberi keterangan di kantornya, Jakarta, Senin (14/1/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Binsar Pandjaitan memberi keterangan di kantornya, Jakarta, Senin (14/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan tak mau lagi bicara panjang lebar soal penurunan tarif tiket pesawat.

Hal itu disampikan usai menghadiri acara Danabakti PT Sarana Multi Infrastruktur 2019, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

"Saya belum tahu, katanya begitu kan. Nanti pemerintah (dianggap) intervensi lagi," ujarnya saat ditanya soal isu tersebut.

Baca juga: Luhut Bantah Tekan Maskapai untuk Turunkan Harga Tiket Pesawat

"Kita tunggu lah (bagaimana keputusannya). Saya kan enggak mau ngomong lagi," sambung dia.

Saat ditanya soal gambaran aturan yang akan dikeluarkan Kementerian Perhubungan, Luhut juga menolak berkomentar.  Ia mempersilakan wartawan untuk menanyakan hal tersebut secara langsung kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi.

Baca juga: YLKI: Ultimatum Luhut ke Maskapai Aneh...

Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai ultimatum yang dilakukan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ke maskapai sebagai hal aneh.

Pada Senin (25/3/2019), Luhut memberi ultimatum kepada maskapai agar penurunan tiket pesawat disemua rute terhitung pada awal April 2019.

Tulus menyebut maskapai tidak melakukan pelanggaran regulasi tarif batas atas yang dibuat oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baca juga: Maskapai Diultimatum untuk Turunkan Harga Tiket Per Awal April

Oleh karena itu kata dia, bila pemerintah ingin harga tiket pesawat turun, maka yang harus dilakukan yakni mengubah regulasi dengan menurunkan tarif batas atas maskapai.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X