CEK FAKTA: Jokowi Sebut Indonesia Punya Kekuatan Dagang dengan Negara Muslim

Kompas.com - 01/04/2019, 13:55 WIB
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo memaparkan visi misi pada Debat Keempat Calon Presiden Pemilu 2019 di Jakarta, Minggu (30/3/2019). Debat malam ini menggambil tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOCalon presiden nomor urut 01 Joko Widodo memaparkan visi misi pada Debat Keempat Calon Presiden Pemilu 2019 di Jakarta, Minggu (30/3/2019). Debat malam ini menggambil tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional.

KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, mengungkapkan, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki modal besar dalam melakukan perdagangan dengan negara berpenduduk Muslim besar lain.

Dalam debat keempat Pilpres 2019 pada Sabtu (30/3/2019), Jokowi menyatakan bahwa modal itu tak hanya bermanfaat dalam diplomasi luar negeri, tapi juga dalam memasarkan produk Indonesia.

"Produk-produk yang memiliki kualitas yang baik yang masuk ke negara-negara yang memiliki penduduk Muslim, ini juga salah satu yang menjadi kekuatan dan negara kita," kata Jokowi.

Benarkah pernyataan tersebut?

Pernyataan Jokowi ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Perdagangan selama pemerintahannya. Misalnya, Indonesia memperkuat promosi perdagangan ke negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

"Ikatan sesama anggota OKI selama puluhan tahun ini dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan ekspor nasional," ujar Pelaksana Tugas Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Tjahya Widayanti pada 22 Mei 2016.

Baca juga: Indonesia Perkuat Promosi Perdagangan ke Negara Anggota OKI

Saat ini, OKI beranggotakan sebanyak 57 negara Islam atau berpenduduk mayoritas Muslim yang berada di kawasan Asia dan Afrika.

Sementara, dilansir dari Nikkei Asian Review, Indonesia mendorong misi perdagangan berupa ekspor ke negara Muslim hingga dua kali lipat di era Jokowi-JK.

Setidaknya ada 13 misi dagang yang dikirim Indonesia, dengan sebagian di antaranya merupakan negara Muslim seperti Aljazair, Bangladesh, Maroko, Pakistan, Arab Saudi, dan Tunisia.

Selain itu, lima dari sembilan perjanjian dagang bilateral Indonesia pada tahun ini disiapkan untuk negara Muslim, seperti Iran dan Turki.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X