Risikonya Tinggi, BCA Belum Berani Bikin Kredit Online

Kompas.com - 12/04/2019, 07:39 WIB
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat meluncurkan fitur pembukaan rekening melalui aplikasi BCA Mobile di Jakarta, Kamis (11/4/2019). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAPresiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat meluncurkan fitur pembukaan rekening melalui aplikasi BCA Mobile di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) enggan membuat produk kredit online seperti perusahaan fintech peer to peer lending maupun kredit tanpa agunan.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pinjaman online punya risiko tinggi sehingga pihaknya belum berani membuat produk seperti itu.

"Kita harus cari algoritma yang bisa proven orang itu layak diberikan kredit. Sementara ini kita belum siap," ujar Jahja di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Baca juga: Kini, Bikin Rekening BCA Bisa Lewat Aplikasi

Jahja mengamati perkembangan industri fintech di Indonesia dan mendapati kasus-kasus yang cukup mengerikan. Ada beberapa korban yang mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum karena merasa diintimidasi perusahaan fintech.

Usut punya usut, orang tersebut punya pinjaman hingga 15 perusahaan fintech. Pinjol itu dikenakan bunga sangat tinggi sehingga untuk menutupi bunganya, orang itu harus meminjam di aplikator lainnya.

"Kan seperti gali lubang tutup lubang. Perlu kedewasaan masyarakat, pinjaman aplikasi atau mikro tetap harus dikembalikan," kata Jahja.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: BCA Hadirkan Program Akselerator dan Wadah Startup Fintech

Di China, kata Jahja, juga banyak berkembang fintech peer-to-peer lending. Namun, saat ini sudah ratusan perusahaan gulung tikar karena ketidakmampuan peminjamnya mengembalikan pinjaman.

Hal ini disebabkan ketidakmampuan mereka melakukan profiling terhadap peminjam apakah layak diberi pinjaman. Oleh karena itu, untuk urusan pinjaman online, Jahja menyerahkannya pada fintech saja.

"Suatu saat mungkin kalau memungkinkan kita akan coba. Kalau sekarang kita belum berani," kata Jahja.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X