Konsumsi Listrik Akan Turun Saat Pemilu 2019

Kompas.com - 12/04/2019, 16:03 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa Bali di Gandul, Depok, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019).KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa Bali di Gandul, Depok, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (persero) memprediksi konsumsi listrik pada saat pemilihan umum (Pemilu) 2019 akan menurun dibandingkan hari biasanya. Penurunan itu diprediksi hingga 5.000 Mega Watt (MW).

“Pada 17 April, beban saat siang hari sebesar 15.571 MW dan malam hari sebesar 22.895 MW,” ujar Direktur Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN, Amir Rosidin di Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa Bali, Depok, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019).

Amir menjelaskan, kondisi ini berbeda pada hari normal dengan beban puncak saat siang hari sebesar 20.000 MW dan 27.000 MW saat malam hari. 

Menurut dia, penurunan konsumsi listrik ini dipengaruhi karena tidak beroperasinya sejumlah pabrik industri dan perusahaan-perusahaan meliburkan karyawannya.

“Jadi secara sistem kita cukup, beberapa pembangkit malah dipadamkan karena itu tidak dibutuhkan lagi. Sistem sudah cukup," kata Amir.

Karena penurunan jumlah konsumsi tersebut, Amir menastikan pasokan listrik akan aman saat Pemilu 2019. Menurut dia, PLN pun telah menyiapkan cadangan pasokan listrik di masing-masing wilayah di Indonesia.




Close Ads X