Menteri Rini Dorong BUMN Terus Inovatif dalam Cari Pendanaan

Kompas.com - 15/04/2019, 12:49 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno dalam acara BUMN Great Leaders Camp, Selasa (12/3/2019).Dok Forum Human Capital Indonesia Menteri BUMN Rini Soemarno dalam acara BUMN Great Leaders Camp, Selasa (12/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Rini Soemarno mengapresiasi peluncuran produk investasi hasil sinergi PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan PT Mandiri Manajemen Investasi, yaitu KIK-DINFRA. Produk investasi ini diluncurkan sebagai solusi investasi dan alternatif pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur Indonesia.

Rini mengatakan, produk ini merupakan salah satu inovasi positif yang dilakukan Jasa Marga untuk mencari tambahan pendanaan ruas tol Gempol-Pandaan yang kini tengah berjalan.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo kata Rini, pemerintah terus mendorong BUMN secara inovatif menerbitkan produk-produk pendanaan baru di pasar modal untuk memperluas basis investor dalam pembiayaan infrastruktur serta memperkuat struktur permodalan perusahaan.

"Saya selalu menekankan BUMN harus terus berinovasi dalam mencari alternatif pendanaan proyek infrastruktur dengan tidak terpaku pada pendanaan konvensional yang bersifat utang," ujar Rini di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (15/4/2019).

Baca juga: Rini: Untung BUMN di Atas Rp 200 Triliun

Dalam setahun terakhir, Jasa Marga dan BUMN lain telah menerbitkan berbagai produk pendanaan seperti sekuritisasi, Komodo Bond di bursa efek London, KIK-EBA, Project Bond, dan Green Bond. Rini juga mendorong BUMN untuk memperluas tipe-tipe pembiayaan sekaligus tipe investor.

Untuk produk KIK-DINFRA, Rini berharap semakin banyak investor ritel atau individu yang berpartisipasi.

"Insya Allah kita dapat terus melakukan penawaran baru sehubungan infrastruktur karena target kita ke depan bersama Kementerian PUPR tentunya adalah menyambungkan Bakauheni-Banda Aceh, semoga bisa didukung oleh bursa," kara Rini.

Menurut Rini, tantangan Indonesia ke depan setelah infrastruktur adalah pendanaan di sektor-sektor lainnya, seperti energi dan manufaktur yang memerlukan pendanaan yang besar. Rini terus mendorong BUMN untuk terus berinovasi dalm mencari sumber pendanaan sehingga terus menjadi perusahaan yang kuat dan mampu bersaing baik di pasar lokal maupun global. 

"Inovasi-inovasi seperti ini yang terus saya dorong kepada BUMN untuk bisa mendapatkan alternatif pendanaan dan bisa terus melebarkan sayapnya," kata Rini.




Close Ads X