Luhut: Ojek Online Minta Jadi Transportasi Umum? Kita Tunggu Kajiannya

Kompas.com - 17/04/2019, 16:17 WIB
Ojek online menggunakna GPS pada ponsel saat berkendara mengantar dan menjemput penumpang. Ojek online menggunakna GPS pada ponsel saat berkendara mengantar dan menjemput penumpang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah sewajarnya jika banyak harapan dari masyarakat kepada presiden terpilih, salah satunya pengemudi ojek online. Beberapa pengemudi ojek online ingin moda transportasi yang menjadi mata pencahariannya menjadi transportasi umum.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Padjaitan mengatakan akan menunggu kajiannya.

"Kita tunggu saja kajiannya bagaimana," kata Luhut usai mencoblos di salah satu TPS di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Baca juga: Aturan Ojek Online Akhirnya Terbit

Pasalnya, menurut Luhut, permintaan itu tidak serta merta akan langsung diproses, apalagi menyangkut transportasi publik yang memiliki banyak dampak baik maupun buruk.

Meskipun begitu, Luhut mengecualikan selama itu menciptakan lapangan kerja dan baik untuk lingkungan, pemerintah pasti akan mempertimbangkannya matang-matang.

"Saya kira apapun yang menciptakan lapangan kerja dan lingkungan, akan memudahkan publik pastilah pemerintah akan mempertimbangkan," ucap Luhut.

Baca juga: Apakah Tarif Ojek Online yang Baru Sudah Ideal?

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan (Kemenhub) telah memfinalisasi aturan untuk ojek online, salah satunya masalah tarif atas dan tarif bawah. Penentuan tarif ini, sudah berlaku sejak 1 April 2019 dan masih berlanjut hingga sekarang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X