Tak Dapat Tenaga dari Sentimen Global dan Domestik, Rupiah Masih Akan Tertekan

Kompas.com - 13/05/2019, 19:32 WIB
Ilustrasi rupiah Thinkstockphotos.com/ThamKCIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Tekanan terhadap kurs rupiah Senin (13/5/2019) diprediksi bakal berlanjut pada perdagangan Selasa (14/5/2019). Mengingat berbagai sentimen internal maupun eksternal memberikan dampak yang cukup kuat pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, pada Senin (13/5/2019) rupiah ditutup di level Rp 14.423 per dollar AS, melemah 0,67 persen dibanding akhir pekan lalu. 

Begitu juga dengan rupiah di kurs tengah Bank Indonesia (BI/JISDOR) yang melemah 0,10 persen ke level Rp 14.362 per dollar AS.

Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp 14.295 Per Dollar AS Gara-gara Perang Dagang

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, meskipun sempat menguat rupiah akhirnya ditutup melemah pada perdagangan awal pekan. Sentimennya datang dari eksternal maupun internal.

Dari eksternal, Ibrahim mengungkapkan eskalasi terbaru dalam perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China tengah menemui jalan buntu. Ditambah lagi, keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan bea impor barang dari China sebanyak 25 persen.

Di sisi lain, menjelang pemilihan Parlemen Eropa banyak manuver politik terjadi di akhir pekan lalu. Ini lantaran, jumlah pemungutan suara yang tidak mendukung Brexit memberikan tekanan kepada Perdana Menteri Theresa May.

Baca juga: Jaga Stabilitas Rupiah, BI Perketat Aturan untuk Operator Pasar Uang

Sedangkan dari sentimen domestik, pasar merespon rilis data neraca transaksi berjalan (CAD) yang membukukan defisit sebanyak 7 miliar dollar AS di tiga bulan pertama 2019, atau setara 2,6 persen dari PDB.

"Jika defisit awal tahun saja sudah lebar, maka ada potensi CAD sepanjang 2019 juga bakal melebar. Akhirnya, rupiah menjadi kehilangan pijakan untuk menguat," kata Ibrahim, Senin.

Untuk perdagangan besok, rupiah diyakini masih akan melemah dengan rentang pergerakan Rp 14.400 - Rp 14.470 per dollar AS.

"Ini karena, imbas dari sentimen eksternal dan internal yang cukup kuat," tandasnya. (Intan Nirmala Sari)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Tak mendapat tenaga dari sentimen global dan domestik, rupiah masih akan tertekan



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seleksi CPNS dan PPPK Segera Dibuka, BKN Matangkan Persiapan

Seleksi CPNS dan PPPK Segera Dibuka, BKN Matangkan Persiapan

Whats New
Mau Ekspor Mobil ke Australia, Pemerintah Bakal Lobi Produsen Asal Jepang

Mau Ekspor Mobil ke Australia, Pemerintah Bakal Lobi Produsen Asal Jepang

Whats New
Kini Investor Asing Bisa Cari Harta Karun Bawah Laut di Indonesia

Kini Investor Asing Bisa Cari Harta Karun Bawah Laut di Indonesia

Whats New
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Rilis
[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

Rilis
Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Whats New
Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Rilis
Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Spend Smart
Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Whats New
BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

Whats New
Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Whats New
Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Whats New
BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

Whats New
Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Whats New
Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X