Mau Mulai Bisnis? Simak 5 Mitos tentang Wirausaha

Kompas.com - 27/05/2019, 10:21 WIB
Ilustrasi The Next WebIlustrasi

KOMPAS.com - Sejumlah orang mengejar mimpinya dengan memulai bisnis mereka sendiri alias menjadi entrepreneur.

Banyak informasi termasuk mitos mengenai wirausaha ini.  Bila tidak waspada, entrepreneur pemula bisa terperosok karena memercayai mitos.

Pasalnya, sebagian besar orang menerima begitu saja mitos tersebut sehingga justru menghambat mereka menjadi seorang pengusaha yang sukses.

Baca juga: Ini Tips Wirausaha ala Jokowi untuk Para Pensiunan

Berikut lima mitos tentang entrpreneurship seperti dikutip dari Etnownews.com:

1. Pengusaha itu dilahirkan

Ini adalah pernyataan pertama dan paling banyak dikabarkan tentang seseorang yang telah memulai usahanya sendiri. Pengusaha tidak dilahirkan, beberapa orang hanya menyatukan semua energi menuju rencana bisnis prospektif.

Mereka lantas mengembangkan pengetahuan yang menyeluruh dalam diri mereka sendiri. Ini merupakan salah satu ciri karakter paling penting dari seorang pengusaha.

2. Pengusaha adalah pakar teknologi

Dengan pesatnya teknologi dan bisnis, orang berpikir bahwa semua pengusaha adalah pakar teknologi. Ini sama sekali tidak benar. Pengetahuan definitif tentang operasi bisnis industri tertentu adalah satu hal yang harus ada pada diri seseorang hingga taraf tertentu.

Pengetahuan tentang teknologi dan aplikasinya muncul sebagai keuntungan tambahan, bukan sebagai persyaratan wajib.

3. Cukup kerja keras

Untuk memulai sebuah perusahaan dan mempertahankannya, kerja keras kolektif adalah satu hal yang dibutuhkan. Namun bisnis tidak dapat berkembang jika hanya kerja keras saja.

Pendekatan yang diperhitungkan, kerangka kerja sistematis, kerja cerdas, rencana maju untuk segala kemungkinan adalah beberapa hal yang sangat dibutuhkan seiring dengan kerja keras tim dalam bisnis.

4. Siapa pun bisa menjadi pengusaha

Sama sekali tidak ada hambatan yang dapat menghalangi seseorang untuk menjadi pengusaha. Tetapi keputusan memulai bisnis atau mendirikan perusahaan harus diambil setelah diskusi menyeluruh dan menganalisis kemampuan diri serta dan kemampuan mengambil risiko.

Secara proporsional, sejumlah besar perusahaan akan dijual dalam waktu tiga hingga lima tahun sejak awal berdiri. Beberapa dari mereka justru ditutup karena ketidakmampuan mempertahankannya.

5. Pengusaha harus putus sekolah

Hanya dengan melihat beberapa contoh kuat seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan beberapa tokoh bisnis terkemuka lainnya, orang-orang menjadi bersemangat selama masa kuliah.

Sebagian wirausahawan memang memiliki semangat yang kuat, antusiasme terhadap usaha mereka sehingga mereka tidak dapat menyelesaikan pendidikan. Namun bukan berarti harus putus sekolah untuk menjadi pengusaha

Jadi seseorang yang berpikir untuk keluar dari perguruan tinggi untuk memulai bisnis harus lebih fokus pada studinya.

Seseorang dapat mempertimbangkan untuk keluar dari perguruan tinggi, asalkan dia cukup mampu mengelola keuangan bisnis dan pengeluaran pribadi sendiri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X