Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Cari Alternatif Moda Transportasi

Kompas.com - 02/06/2019, 07:26 WIB
Tim Posko Mudik Angkutan Lebaran Terpadu memaparkan hasil pemantauan harian di kantor Kemenhub, Jakarta, Sabtu (1/6/2019). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA KEMALATim Posko Mudik Angkutan Lebaran Terpadu memaparkan hasil pemantauan harian di kantor Kemenhub, Jakarta, Sabtu (1/6/2019).

Kendaraan motor yang masuk ke wilayah pemantauan sebesar 162.141 unit. Jumlahnya mengalami kenaikan sebesar 63 persen dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar 98.931.

Sementara untuk kendaraan mobil kecil, yang terpantau masuk sebanyak 88.227 unit, naik 35 persen dari tahun lalu.

Padahal, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk menghindari mudik dengan sepeda motor.

"Memang kami pemerintah mengimbau dan kami melakukan program mudik gratis melalui kapal laut, kereta api. Tapi nalik lagi kepada masyarakat, pilihan mereka utk menggunakan sepeda motor untuk mudik," kata Endi. 

Sementara itu, Kemenhub masih melakukan pendalaman apakah ada korelasi antara kenaikan harga tiket pesawat dengan menurunnya jumlah penerbangan dan penumpang pesawat.

"Kami melakukan analisa berdasarkan data yang sudah masuk, seberapa besar pengaruh kenaikan harga tiket terhadap pilihan pemudik untuk menggunakan mode yg mana, apakah gunakan mobil pribadi, bus, atau yang lainnya," kata Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran Terpadu 2019 Mohamad Pramintohadi Sukarno.

Pramintohadi menambahkan, ada pula faktor lain yang kemungkinan jadi alasan masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi atau bus ketimbang pesawat, yakni ruas tol baru.

"Memang 2019 ada akses baru jalaan tol. Ini mempengaruhi pilihan moda dari masyarakar untuk memilih menggunakan transportasi yang mana," lanjut dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.