Perusahaan Wajib Daftar BPJS Kesehatan, Pemegang Polis Asuransi Turun

Kompas.com - 20/06/2019, 17:56 WIB
Ilustrasi asuransi THINKSTOCK/NELOSAIlustrasi asuransi

JAKARTA, KOMPAS.com - Di kuartal I 2019, pertumbuhan total tertanggung industri asuransi jiwa mengalami perlambatan sebesar 9,1 persen. Tahun lalu, jumlah tertanggung sebesar 58 juta orang. Sementara di kuartal pertama tahun ini jumlahnya menciut menjadi 53 juta.

Kepala Departemen Komunikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Nini Sumohandoyo mengatakan, penurunan terlihat pada jumlah tertanggung perorangan dan kumpulan.

"Penurunan jumlah tertanggung sebagian besar terjadi di polis kumpulan sebesar minus 13 persen," ujar Nini di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Baca juga: Premi Turun, Pendapatan Asuransi Jiwa Tumbuh 19,7 Persen di Kuartal I 2019

Pada kuartal I 2018, jumlah tertanggung kumpulan sebesar 40,87 juta orang. Sedangkan pada kuartal I 2019, turun menjadi 35,57 juta orang. Sementara penurunan pada tertanggung perorangan tidak terlalu signifikan, hanya minus 0,1 persen dari 17,4 juta orang pada tahun lalu menjadi 17,39 juta orang.

Nini mengatakan, sebagian masyarakat terbagi ke layanan BPJS Kesehatan. Apalagi, saat ini pemerintah mewajibkan setiap orang dan juga instansi mendaftar jadi peserta BPJS Kesehatan.

Pada 2014, saat BPJS Kesehatan baru dicanangkan, terjadi penurunan jumlah tertanggung kumpulan. Namun, satu hingga dua tahun setelahnya, angka tertanggung asuransi jiwa untuk kumpulan kembali naik.

Hal ini disebabkan preferensi instansi maupun personal pemegang polis tersebut.

"Ada perusahaan yang awalnya melepaskan tertanggung kumpulan, tapi kembali lagi karena melihat ada kebutuhan di atas yang sudah diberikan BPJS," kata Nini.

Baca juga: BPJS Kesehatan: Badan Usaha harus Patuh untuk Beri Perlindungan ke Karyawan

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, perusahaan asuransi jiwa tak menganggap BPJS Kesehatan sebagai pesaing. Sebab, segmentasi keduanya pun berbeda.

"Tujuan kami kan memberikan pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat. Kan memang seharusnya wajib semua orang Indonesia punya BPJS. Bagi kami, itu solusi meningkatkan awareness masyarakat untuk asuransi," sebut Budi.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X